[#15HariNgeblogFF] Menikahlah Denganku…

“Menikahlah denganku,” Pria di hadapanku berkata, pelan namun mantap.

Oh, tidak, aku membatin, jangan sekarang. Jangan sekarang dan jangan memandangiku dengan sepasang mata coklat keemasan itu. Dan, Demi Tuhan, jangan memintaku untuk menikah denganmu!

Lanjutkan membaca “[#15HariNgeblogFF] Menikahlah Denganku…”

[#15HariNgeblogFF] Menikahlah Denganku…

[#15HariNgeblogFF] Sah!

Aku menatap lelaki yang duduk cukup jauh dariku dengan pandangan sedih. Benarkah itu dia, lelaki yang selama lima tahun ini aku cintai dan mencintaiku? Benarkah dia ayah dari anak-anak kami yang setengah mati aku sayangi? Benarkah dia yang dulu pernah bilang akan selalu merindukanku, meski waktu meningkahi usia dan masa mudaku? Benarkah dia yang dengan berani mencium bibirku di atas panggung pertunjukkan, ketika pertama kali mengaku cinta padaku? Benarkah itu dia? Karena jika ya adalah jawabannya, aku tidak habis pikir kenapa kami berdua harus duduk di sini, di ruang pengadilan ini, dan repot-repot menunggu hakim di hadapan kami membacakan sidang perceraian kami? Ini tidak masuk akal, benar, kan?

Lanjutkan membaca “[#15HariNgeblogFF] Sah!”

[#15HariNgeblogFF] Sah!