[#15HariNgeblogFF2] Menunggu Lampu Hijau

“Kenapa selalu ngajak ketemuan di sini, sih?”sambutku ketika akhirnya dia tiba di hadapanku.

Dia mengangkat bahu, kemudian mengalihkan pandangan ke arah bangunan Jam Gadang yang berdiri kokoh di balik punggungku. “Karena,” jawabnya pendek.

Aku menyeringai. “Tidak ada alasan?”

“Tidak ada alasan.”

Lanjutkan membaca “[#15HariNgeblogFF2] Menunggu Lampu Hijau”

[#15HariNgeblogFF2] Menunggu Lampu Hijau