[#15Hari NgeblogFF] Inilah Aku, Tanpamu.

“Araya—sudah nggak ada, Mi.”

Ucapan itu selalu terngiang-ngiang di telingaku bahkan hingga hari ini—hari yang sama dengan ketika kau pergi dariku, tanpa kata, tanpa ucapan selamat tinggal. Inilah aku, tanpamu, Araya. Memiliki ketiadaan, kehilangan dunianya. Kau pergi membawa banyak hal dariku, Araya. Ada sekotak penuh cinta, kenangan, impian, harapan, dan keinginan untuk bertahan hidup yang kau ambil dariku. Dan hatiku, apakah kau tahu bahwa sejak kepergianmu ada luka baru di sana—yang berdenyut sakit setiap kali aku mengingatmu?

Lanjutkan membaca “[#15Hari NgeblogFF] Inilah Aku, Tanpamu.”

[#15Hari NgeblogFF] Inilah Aku, Tanpamu.

[#15HariNgeblogFF] Jadilah Milikku, Mau?

“Mi, bolehkah aku pinjam kamu seumur hidup?” tanyamu, memberiku tatapan aku-sedang-serius-jadi-kumohon-jangan-tertawa padaku.

Bodoh. Mana mungkin aku bisa tertawa di saat jantungku berdentam-dentam karena tanyamu? Aku menghela nafas, mencoba menetralkan sensasi roller coaster di dalam tubuhku sebelum memberi jawabku padamu.

Lanjutkan membaca “[#15HariNgeblogFF] Jadilah Milikku, Mau?”

[#15HariNgeblogFF] Jadilah Milikku, Mau?