Tentang: Meninggalkan lalu Merindu

Processed with VSCO with a8 preset
                                                         picture cr.yuridistapp

***

Kehidupan mengajarkan kita sebuah siklus yang sangat wajar, sangat sederhana, namun ketika ditilik kembali, begitu menyakitkan. Siklus yang terkadang begitu sulit dilakukan, sampai-sampai membikin keduabelah pipi memerah karena sepasang mata yang terus menerus hujan. Namun, terkadang siklus itu terasa begitu mudah dilakukan. Begitu tidak terasanya, begitu luwesnya mengikat diri dengan siklus-siklus lain sehingga terkadang, kita tidak sadar telah melaluinya.

Siklus itu kusebut siklus meninggalkan.

Lanjutkan membaca “Tentang: Meninggalkan lalu Merindu”

Tentang: Meninggalkan lalu Merindu

Untukmu, Lelakiku: Bagian Duapuluhempat

apart

pic cr. weheartit.com

***

Dear kamu,

Hei. Apa kabar? Akhir-akhir ini musim sedang buruk, jadi kuharap kau tidak sedang terkena flu atau semacamnya. Aku di sini juga sedang berusaha untuk tidak jatuh sakit. Jadwal tidurku agak berantakan belakangan ini dan aku cenderung tidak memedulikan menu makanku, jadi, yeah, doakan supaya aku tidak terkapar. Kita harus menjaga diri masing-masing dengan baik, ya.

Lanjutkan membaca “Untukmu, Lelakiku: Bagian Duapuluhempat”

Untukmu, Lelakiku: Bagian Duapuluhempat

Tentang: Jatuh Cinta

bb

picture cr. weheartit.com

***

Pada dasarnya, aku adalah jenis orang yang memercayai bahwa manusia bisa belajar mencintai. Pada awalnya mungkin biasa saja atau justru tak suka. Lalu jadi terpaksa mengakui kalau yang tak disukainya juga ikut berbagi dunia dengannya, meski mungkin alasan penciptaannya bisa samasekali berbeda. Baru setelah itu dia beranjak kepada apa yang disebut dengan menerima, untuk kemudian menjadi terbiasa. Setelahnya, dia mencoba mengerti. Hingga pada akhirnya sampailah dia kepada titik dimana dia tahu dia telah memahami.

Begitulah menurutku bagaimana seseorang menjalani proses belajar mencintai. Berkali-kali. Sampai seseorang itu mahir hingga tak perlu berpusing lagi jika proses belajarnya tak sesuai yang diharapkan.

Namun, tidak dengan jatuh cinta.

Lanjutkan membaca “Tentang: Jatuh Cinta”

Tentang: Jatuh Cinta

Untukmu, Lelakiku : Bagian Duapuluhtiga

lifeimage cr. weheartit.com

***

Hei. Ini aku. Sudah setahun lagi di sini. Apa kau baik-baik saja di tempatmu?

Kau tahu, kurasa menyapamu tiap tahun adalah satu-satunya janji yang tidak pernah alpa aku tepati. Kau boleh sedikit menyombong, karena sejujurnya aku adalah tipe orang yang tidak terlalu pintar mengingat janji (Itu manusiawi, kan? Jadi jangan mendelik padaku!).

Lanjutkan membaca “Untukmu, Lelakiku : Bagian Duapuluhtiga”

Untukmu, Lelakiku : Bagian Duapuluhtiga