Satu: Untuk F

                                                                                   picture credit: @yuridistapp

***

Aku baru saja menutup pintu,

meletakkan punggung pada jantung masa lalu.

Tidak ada darah, tidak ada marah, tetapi aku tahu ada yang luka-luka:

hatiku.

Lucu, bagaimana pertalian bisa dimulai meski mata masih kadang-kadang hujan.

Cuma butuh segaris senyum, ternyata.

Dan tangan yang terulur tanpa rencana.

Yang luka belum sembuh, yang patah belum tumbuh,

tapi, sesuatu tentang manusia asing ini memintaku meluruh senyum yang sama.

Hangat.

Begitulah aku mengenalnya kali pertama.

***DING!***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s