Jemputan [Bidari-Arayya’s Side Story]

buildingtaken from weheartit.com

***

Pulang kantor lebih cepat memang selalu menyenangkan, tidak terkecuali untuk Bidari. Ini bahkan belum menjelang pukul empat sore, tetapi gadis itu sudah berdiri dengan manis di dekat pintu kaca di depan kantornya, tersenyum-senyum sendiri karena pulang lebih cepat seperti ini memberinya kesempatan untuk hangout bersama Aradhya setelah seminggu kemarin absen samasekali (salahkan Daru, tentu saja).

“Mau dijemput sama pacarnya, ya, Mbak Bi?” Pak Sam (lengkapnya, sih, Samijo, tetapi Bidari lebih suka memanggilnya Sam agar terdengar lebih keren), satpam kantornya, iseng bertanya sambil cengar-cengir menggoda.

Bidari tergelak. “Pak Sam bisa aja, deh. Bukan, kok, Pak.”

“Mosok, sih? Lha, itu Mbak Bi kelihatannya hepi banget.” Pak Sam belum menyerah menggoda Bidari dengan logat Jawanya yang kental.

“Ih, bener kali, Pak. Ini saya hepi karena mau pergi shopping aja. Lagian hari gini masa masih norak senyum-senyum sendiri kalau cuma dijemput pacar? Ya, nggak, Pak?”

Pak Sam tampaknya setuju, karena lelaki berusia 50an tahun itu lalu mengangguk-angguk. “Bener juga, sih, Mbak. Jaman sekarang kayaknya baru hepi kalau udah dikasih hadiah yang mahal-mahal sama pacarnya, yo, Mbak?”

Bidari tertawa lagi. Balasnya,”Yeee, kalo itu, sih, bukan hepi, Pak, tapi matre.”

Pak Sam ikut tertawa, dan setelahnya keduanya menoleh hampir berbarengan ketika mendengar bunyi klakson dan deru mesin mobil yang mendekat.

“Lha, itu jemputan Mbak Bi dateng,” Pak Sam berkata lagi setelah tawanya reda.

Bidari menyipitkan matanya. Bukan, mobil itu bukan Jazz merah milik Aradhya. Itu lebih terlihat seperti mobil milik—

—nggak, nggak mungkin. Tapi mobilnya memang Fortuner warna hitam. Dan nomor platnya sama. Masa, sih?

Bidari seketika membeku ketika mobil itu benar-benar berhenti di hadapannya dan si pengemudi menurunkan kacanya. “Yuk, Bi,” kata si pengemudi itu, yang tidak lain dan tidak bukan adalah…

Arayya.

Nah, loh. Kenapa yang menjemputnya jadi Rayya?

“Lho, Bang, kok bisa disini?” tanyanya gelagapan. Dia menunjuk Rayya dengan linglung sementara lelaki itu tersenyum dari balik kacamata rayban hitamnya. Kelihatan ganteng seperti biasa.

“Ya, jemput lo, dong,” Rayya menjawab ringan, “Tadi Ara sms gue, bilang kalo ada meeting mendadak, jadi nggak bisa jemput lo. Emang dia nggak ngabarin, ya?”

Sialan si Ara. Pasti mau ngerjain, nih, pikir Bidari jengkel.

“Bi, ayuk. Kenapa malah bengong begitu?” tegur Rayya, yang seketika mengembalikan Bidari ke dunia nyata.

“Iya, Mbak Bi. Kasian itu Masnya nungguin,” Pak Sam ikut-ikutan nyeletuk dari belakangnya, dan ketika menoleh, sekali lagi Bidari mendapati satpam lucu itu tengah cengar-cengir jahil padanya.

Bidari menghela nafas, lalu melangkah menuju sisi pintu penumpang.

“Abis ini kita makan dulu, ya, Bi. Gue laper, nih, tadi nggak sempet makan siang.” Rayya berkata ketika Bidari sudah duduk di kursi penumpang, menutup pintu, dan rapi memasang seatbelt.

“Hah?” Bidari mendongak. “Eh, oke, Bang.”

“Mau makan di mana?” Rayya bertanya, dan ketika Bidari memandangnya gadis itu baru sadar kalau Rayya belum menaikkan kaca mobilnya. Karenanya, wajah Pak Sam yang cengar-cengir itu masih terlihat jelas di balik punggung Rayya. Alamat diejek setengah mati, nih, besok pas ngantor.

“Ke mana, ya? Apa makan seafood aja? Abang suka seafood, kan?” Bidari menawarkan.

“Brilian!” Rayya langsung sumringah.

Bidari hanya nyengir salah tingkah.

Sambil menaikkan kaca jendelanya, Rayya lalu berpamitan pada Pak Sam yang (tentu saja) masih cengar-cengir, kali ini plus mengedipkan sebelah matanya pada Bidari ketika Rayya tidak melihat. Bidari cuma bisa geleng-geleng kepala.

“Bi, seafood deket sini yang enak dimana, ya?” Rayya bertanya padanya ketika mereka sudah keluar dari pelataran kantor Bidari.

Belum sempat menyahut, ponsel di dalam saku gadis itu bergetar, menandakan ada pesan masuk. Bidari menggumamkan “Bentar, Bang” pada Rayya sebelum merogoh sakunya dan menyapu layar ponselnya. Bisa ditebak, itu pesan dari Aradhya.

honey darling, sori ya gue nggak jadi nemenin lo ngemall hari ini. biasa si bos rese lg kumat. so, krn gue baiknya segalaksi bimasakti, gue kasih pinjem deh tuh abg gue buat lo. buat hr ini, bebassss kok dia mau lo apain aja. LOL. enjoy ya, Bi. and you can thank me later. luvluv šŸ˜‰

Bidari memutar mata. Memang dasar sialan kuadrat sahabatnya itu.

 

***DING!***

***

#bidarikamusabaro #arayyanggakmudhengopoopo #jangansalahkanaradhya #LOL

 

 

 

 

Iklan
Jemputan [Bidari-Arayya’s Side Story]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s