Untukmu, Lelakiku : Bagian Duapuluhdua

fgtaken from weheartit.com

***

Hai, kamu, seseorang yang kelak lebih dan kurangnya akan melengkapi milikku.

Nyaris setahun sudah berlalu sejak terakhir kali aku menyapamu lewat kalimat-kalimat di dalam surat. Masih ingatkah kamu?

Nyaris setahun lalu, dan rahasia tentangmu masih jadi yang paling magis bagi pemikiran terjauhku. Tidak ada lagi bayangan, atau terkaan, atau teka-teki yang ingin aku pecahkan. Kamu yang sekarang adalah sebuah halaman kosong dalam buku yang kelak ketika aku sampai kepadanya, aku bisa menuliskan apa saja—tanpa terkecuali.

Nyaris setahun lalu, aku sudah berhenti mencari-cari definisimu. Aku sudah berhenti melogikai apa yang seharusnya menjadi bagian dari intuisi. Aku berhenti berpikir. Sejak nyaris setahun lalu, aku hanya merasai. Dan sejak itu, aku tahu bahwa jawabanmu hanya waktu.

Kamu, selama nyaris setahun ini, aku telah berdarah-darah karena banyak hal. Aku telah berlari, jatuh, kembali lagi, lalu menyadari bahwa dalam beberapa hal, terkadang kita hanya perlu pergi. Pergi, jauh dan tidak perlu berbalik ke belakang lagi. Seseorang memberitahuku tentang konsep menghapus ingatan, tetapi aku tahu aku tidak akan bisa melakukannya—pun untuk kenangan paling buruk sekalipun. Aku tahu, aku hanya bisa lupa, dan suatu saat apa yang terlupa bisa saja kembali dan bilang ‘halo’ padaku lagi. Karenanya, pergi untukku adalah hal terbaik untuk sebuah kesembuhan. Saat pergi, aku akan belajar merelakan, hingga ketika aku menemui hal-hal itu lagi, aku akan bisa tersenyum dan balas mengucapkan ‘halo’. Saat itu, aku tidak perlu menangis lagi.

Sampai saat ini, aku belajar tentang semua hal itu sendiri. Tanpa kamu yang mungkin juga sedang belajar tentang sesuatu yang sama hebatnya di tempatmu sana. Dan aku percaya, kita yang sendirian saat ini adalah kita yang terbaik. Kita yang terkuat. Kita yang semakin dekat menuju kepantasan sebelum kelak saling menemukan. Dan ketika pada akhirnya waktu mengizinkan kita saling mengaitkan tangan, kita berdua, aku dan kamu, akan menciptakan sebuah keajaiban. Kita akan saling menghebatkan.

Iya, kan?

 

Salam,

Wanitamu

Iklan
Untukmu, Lelakiku : Bagian Duapuluhdua

2 pemikiran pada “Untukmu, Lelakiku : Bagian Duapuluhdua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s