Separuh Jalan

separuh

taken from weheartit.com

***

Suatu saat aku ingat;

pernah membagi sebuah sore, hujan yang sepi, dan bau tanah yang biasa kurasai sendiri.

Aku membaginya denganmu, bersama segaris senyum, satu kalimat lucu, dan tatapan mata yang bisu.

Aku berjinjit untuk mencapai tempatmu, pada petak di mana kamu letakkan duniamu—

yang jauh, tetapi sekali itu kamu dekatkan beberapa jejak kepadaku.

Suatu saat itu, jarak tak lagi mengintervensi inderaku.

Barangkali saat itu adalah jawabannya.

Ketika aku mendengarmu bicara; sementara segala tak bersuara.

Dan matamu menuntunku, bergerak maju, lalu jatuh cinta.

Suatu saat ketika setiap hal di belakangku menjadi alpa;

cuma kamu yang nyata.

Biru, jingga, putih, dan hitam menjadi binasa; kamulah satu-satunya warna.

Barangkali apa yang kamu sampaikan saat itu telah merangkul seluruh keberadaanku;

mereka saling berpeluk dan merindu; seperti angin yang membungkus udara.

Suatu saat itu membawaku tiba pada detik-detik berikutnya,

melarikanku sejauh yang dia bisa,

dan memberhentikanku di sini, tepat di detik ini,

ketika yang aku tahu hanyalah separuh jalanku jatuh cinta kepadamu.

Suatu saat aku ingat;

dari sini, aku tak ingin berhenti.

DING!

Iklan
Separuh Jalan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s