Dalam Amplop di Laci Mejaku, Ada Potongan Terakhir Wajahmu

laci1

taken from decordeprovence.blogspot.com

***

Ingatanku ini, seperti kursi kayu yang patah satu kakinya. Kursi itu juga lapuk, kesenangan diperawani rayap. Kursi itu retak-retak, karena dulu memang bukan dibikin dari kayu jati dan tak kenal bau harum cat pelitur. Kursi itu sering kehujanan, tak bosan-bosan kepanasan. Kursi itu tua, setua kota mati tanpa manusia-manusia penghuninya.

Ingatanku ini, seperti kursi kayu itu.

Aku harus menunggu hari berhujan yang mengantar kamu sepotong-sepotong ke dalam kertas-kertas dalam buku harianku. Pelan-pelan, aku menyimpanmu tidak di dalam kepalaku. Aku menyimpanmu pada sua antara ujung pena dan kertas-kertasku.

Karena ingatanku seperti kursi kayu, terlalu pendek sisa umurnya.

Kamu yang sepotong-sepotong itu datang bersama perasaan familiar tentang senyum di belokan jalan, kemeja yang digulung sampai ke siku, rambut acak-acakan, dan suara yang aku tak mengerti bagaimana baiknya mengeja definisinya.

Aku dan ingatanku yang seperti kursi kayu itu pasti sudah lama melupakanmu.

Tapi buku harianku tidak.

Dia menyimpan semuanya seperti harta. Seolah-olah kamu bisa dicuri waktu kapan saja. Seolah-olah kamu bisa hilang. Seolah-olah kamu bisa pergi sendirian, sepotong-sepotong seperti ketika datang.

Maka buku harianku yang curiga membuatku dan ingatanku yang seperti kursi kayu menyembunyikan satu-satunya perasaan familiar tentang kamu yang paling mudah dilupakan, tapi paling tak ingin aku lupakan.

Pada suatu hari berhujan, aku dan ingatanku yang seperti kursi kayu membuka laci meja diam-diam, lalu memasukkan potongan terakhir wajahmu ke dalam amplop putih gading yang tidak berperekat.

Nanti, kalau aku dan ingatanku yang seperti kursi kayu ini telah sepenuhnya lupa, paling tidak kau sudah kuberitahu:

bahwa aku dan buku harianku pernah menyetiai kamu.

bahwa di dalam amplop di laci mejaku, ada potongan terakhir wajahmu—

itu sepasang matamu yang dulu pernah memandangku.

 

DING!

Iklan
Dalam Amplop di Laci Mejaku, Ada Potongan Terakhir Wajahmu

Satu pemikiran pada “Dalam Amplop di Laci Mejaku, Ada Potongan Terakhir Wajahmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s