Bekas Nama di Jendela Kaca

bekas

taken from si-lolita.tumblr.com

***

Di antara sore-sore yang aku lamunkan di pinggir jendela kaca, kamu bisa melihat dua bola mata yang sedang tertawa.

Tawanya dalam, seperti danau yang seluruh airnya hitam sampai-sampai dasarnya tak kelihatan.

Dua bola mata itu membagi-bagikan tawanya serupa potongan besar kue ulangtahun kepada telinga yang memerah, hidung yang memerah, dua belah pipi yang memerah, dan bibir yang ikut-ikutan memerah—memilin segaris senyuman.

Lalu dadanya ikut menari-menari seperti sepasang lelaki dan perempuan juara lomba salsa, bergerak menjejak-jejak bersama serangkaian alat musik yang bunyinya tidak sama rata.

Tanganku menjadi dingin, mereka menginginkan jemari-jemari lain yang bisa digenggam—yang tidak kalah hangat dari secangkir coklat panas pada sore yang berhujan.

Lalu aku memeluk kakiku sendiri, yang juga menjadi dingin meski sudah berkaus kaki. Mungkin mereka juga butuh kaki-kaki lain. Bukan untuk digenggam, tapi untuk dijadikan teman menggigil dan kedinginan.

Kemudian, jendela kacaku berembun. Mengaburkan tawa yang memantul dari dua bola mata dan wajah yang seluruhnya kemerah-merahan.

Saat itu, aku sudah kepalang rindu kepada kamu. Di kepalaku sudah hujan akan namamu. Di dalam dadaku sudah basah oleh namamu. Rupanya, sepasang lelaki dan perempuan yang menari tadi sedang sibuk menulis namamu dengan kaki-kaki mereka yang menghentak-hentak.

Di jendela kaca, pun aku menuliskan namamu. Sekali saja. Biar aku punya lebih banyak waktu untuk memandanginya. Lagipula, satu berarti kamu. Aku tak mau repot-repot menambahkannya.

Satu menit tentang namamu di jendela kacaku usai sudah. Aku menggigil lagi. Namamu kini jadi bekas tak cuma di jendela kacaku—

—tapi juga di kepala, di dalam dada, dan di seluruh tubuhku yang kepayahan menanggung rindu.

 

DING!

Iklan

2 pemikiran pada “Bekas Nama di Jendela Kaca

  1. Mauku, namamu bukan hanya ada di kepalaku, tapi juga menjadi ‘my last name’ suatu saat nanti 🙂
    Hehe 😀 eonni, you’re the best deh. Membuat aku ikut menggigil kedinginan karena merindukan Myungsoo *ehh :p keep writing!! Hwaiting, eonni!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s