[Drabbles] Fallin’ In Lay

yixingphoto cr : mychemicalexo.tumblr.com, edited by Yuridista

***

Title : Fallin’ in Lay

Author : Yuridista

Genre : Fluff

Casts : EXO-M Lay/Zhang Yixing, OC Park Hyemi

Rating : G

Length : Drabble-490

BGM : Peter Pan – EXO-K

Disclaimer : Fanfiction ini dibuat semata-mata untuk kepentingan hiburan dan seluruh karakter yang terdapat di dalam fanfiction ini bukan milik penulis kecuali OC. Ide, plot, dan alur cerita murni dari hasil imajinasi penulis. Tidak diizinkan mengcopy-paste tanpa seizin penulis.

***

Anak lelaki itu berdiri di depan pintu kelas dengan tampang bingung. Rambut coklat gelapnya yang mencuat-cuat kini makin terlihat berantakkan karena pemiliknya justru sibuk menggaruk-garuk kepala dengan tak nyaman. Di tangannya tampak secarik kertas putih kecil dan kalau diperhatikan dengan seksama, kertas itu kelihatan sama lusuhnya dengan seragam yang dikenakannya. Park Hyemi tentu saja langsung mengerutkan kening melihat pemandangan itu. Sebagai ketua kelas, dia punya kewajiban tidak tertulis untuk membantu siapa saja yang kesulitan, termasuk anak lelaki lusuh yang kelihatannya ‘tersesat’ di depan kelasnya itu.

Hyemi menghampiri si anak lelaki setelah merapikan seragamnya, berniat sekalian memberi contoh kepada anak itu bagaimana seharusnya berpakaian yang benar di sekolah ini. “Hei. Ada yang bisa aku bantu?” Hyemi bertanya sambil tersenyum, mencoba sebisa mungkin kelihatan ramah.

Si anak lelaki mendongak, dan Hyemi kini bersirobok dengan sepasang mata hitam yang menatapnya dengan pandangan bingung namun entah kenapa justru terlihat menggemaskan. “Ah, ya. Maksudku, hei. Aku… Sepertinya aku tersesat,” katanya, masih belum berhenti menggaruk kepala.

“Kau mencari siapa?” tanya Hyemi lagi. Matanya memandang penuh minat pada kertas di tangan anak lelaki itu.

“Ng…aku murid baru,” ujar si anak lelaki dengan bahasa Korea yang terbata-bata, “Aku mencari kelas 12-2. Kepala sekolah memberiku denahnya, tapi aku tetap tidak bisa menemukannya. Apa kau tahu di mana letaknya?”

Ah. Rupanya anak ini murid baru. Pantas saja dia kelihatan hilang arah begini. “Oh, tentu saja aku tahu. Kelasnya tepat di atas kelas ini. Kau tinggal jalan lurus saja dari sini, lalu naik tangga setelah belokan pertama di sebelah kiri,” Hyemi berkata menjelaskan. “Tangganya di situ, setelah belokan yang itu,” lanjutnya, melongok keluar kelas untuk menunjukkan arah yang benar pada anak lelaki di hadapannya.

Si anak lelaki mengikuti arah pandangan Hyemi kemudian berpaling kembali untuk memandangnya. “Ah, ya. Terimakasih banyak, ng…”

“Hyemi. Namaku Park Hyemi.” Hyemi tersenyum lebar.

Si anak lelaki ikut tersenyum. Ada lesung pipi di bagian kanan wajahnya yang terbentukย  bersama senyumnya. “Terimakasih banyak, Park Hyemi-ssi,” katanya mengulangi. Logat bicaranya aneh tapi lucu. Hyemi tidak mengenalinya, tapi kalau dilihat dari kemampuan berbahasa Koreanya, anak ini sepertinya berasal dari luar negeri.

Oh, dan mau tidak mau, Hyemi harus mengaku kalau senyum anak lelaki itu manis sekali. “Dan namamu?” dia balik bertanya.

“Zhang Yixing,” dia menjawab dengan logatnya yang lucu.

Hyemi mengangguk-angguk. “Oke. Yixing-ssi.”

“Eh, tapi teman-temanku tidak pernah memanggilku begitu. Mereka biasanya memanggilku Lay. Artinya unicorn.” Dan Yixing tersenyum lagi.

Detik itu juga, Hyemi teringat pada salah satu nama yang tertulis di halaman paling belakang buku harian sekolah dasarnya. Nama anak lelaki yang menolongnya dari gangguan anak-anak nakal sekolah sebelah. Anak lelaki itu pintar berkelahi dan sangat pemberani. Dia bahkan sanggup menggendong Hyemi yang ketakutan sepanjang perjalanan menuju rumahnya. Sejak saat itu, dia jatuh cinta pada pertemuan pertama. Dan sejak saat ituย  pula, dia tak pernah bertemu dengan anak lelaki itu lagi. Dia pergi setelah mengucapkan namanya.

“Namaku Lay. Artinya unicorn.”

Hyemi menelan ludah dan mengerjapkan matanya. Lay masih di sana, di hadapannya, memandangnya dengan senyum lebarnya. Dan dia tak tahu harus bagaimana.

Atau…memang beginikah rasanya bertemu kembali dengan cinta pertama?

 

DING!

 

Iklan

7 pemikiran pada “[Drabbles] Fallin’ In Lay

  1. Read thiss… Makes me feel like “I’m The Lay’s Wendy” kekeke ๐Ÿ˜€ good as usual, kapan ya menemukan Lay lagi tersesat di sekolahku? Hehe ๐Ÿ˜€ keep writing!!

  2. Lay butiran debu, tersesat dan tak tau arah, untung ada hyemi XD
    ah sedikit mengusik rasa penasaran nih, bagaimana ceritanya hyemi bs ketemu lay waktu kecil sementara dia bru aja pindah?

  3. boleh nggak aku teriak ? DEMI APAPUN INI MANIS BANGET PAKE CAST LAY LAGI, aku harus apa ? maap ya aku mesti nggak nyante kalo udah nemu fanfic lay yang di bikin unyu-unyu gini :” ugh my lay’s feel :”

    1. haha. boleh pake banget kok ๐Ÿ˜›
      memang, lay itu cocoknya dibikin unyu. mukanya itu lho, cocok dibikin apalagi coba selain unyu dan gemesin dan minta dicium? LOL.
      thanks sudah mampir, kebetulan FF ini udah aku bikin sekuelnya loh ๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s