Rebah

hjn

taken from vanessa.kreativ.blogspot.de

***

Rasa-rasanya aku sudah lama tidak melihat punggungmu menjauh, meninggalkan jejak dalam ingatan tentang satu hujan pada musim kemarau yang kerontang. Seperti ukiran permanen di atas batu, bau hujan itu masih wangi di ujung hidungku—bercampur dengan tawamu yang lepas dan sepasang matamu yang berpendar. Aku tidak perlu tahu bagaimana rupaku. Waktu itu, aku mungkin sudah jadi gila.

Sore yang tiba-tiba hujan dan tiba-tiba ada kamu, aku ingin bertemu dengannya lagi. Aku terus menunggu, dengan atau tanpa payungku, sengaja tidak pulang berkejaran dengan matahari biar bisa melihatmu sekali lagi. Tapi kamu tak pernah datang. Kamu mengubah gerimisku jadi hujan lalu jadi terang lagi, kamu membuat sehari jadi sebulan lalu entah berapa lama lagi. Aku sudah enggan menghitung dengan jari.

Rindu tak mungkin jadi membatu, rinduku mengubah dirinya sendiri menjadi ruangan yang kuncinya hilang entah kemana, karena dia benci membuka diri tetapi selalu siap diledakkan kapan saja. Rinduku cuma mau kamu, tapi dia tak pernah mau bilang. Rinduku memang cuma rindu yang diam.

Seperti langkah-langkahmu di atas rumput berembun sore itu, aku mulai bertanya-tanya sudah berapa banyak kata yang pernah aku mainkan atas namamu. Mungkin, itu sudah lebih dari cukup untuk dibuat jadi sebuah buku. Tapi aku tidak mau. Aku tidak mau berbagi dengan yang lain kalau tentang kamu. Biar saja aku menjadi egois. Kamu dan suaramu dan tawamu dan caramu memandang dan satu hujan itu memang hanya akan jadi punyaku.

Lalu malam terlewat lagi tanpa sempat melihat kau yang berkemeja dengan lengan digulung sampai ke siku. Tak apa, aku sudah terbiasa meski tak pernah rela. Menunggu memang banyak prosesinya. Apalagi menunggu sambil merindu sepertiku. Mungkin, kali ini akan sama seperti ratusan malam yang sebelum-sebelumnya. Mungkin, aku hanya perlu memejam dan kamu akan kembali, datang begitu saja bersama hujan sore itu yang rebah dalam pelukanmu.

 

DING!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s