[Drabbles] Still, I Miss You

myungjinimage cr : kasiany.tumblr.com and vk.com

edited by Yuridista

***

Title : Still, I Miss You

Author : Yuridista

Genre : Fluff

Cast : Infinte Kim Myungsoo/L, Yang Yejin (OC)

Rating : G

Length : Drabble-480 w

BGM : Still I Miss You-Infinite

Disclaimer : Fanfiction ini dibuat semata-mata untuk kepentingan hiburan dan seluruh karakter yang terdapat di dalam fanfiction ini bukan milik penulis kecuali OC. Ide, plot, dan alur cerita murni dari hasil imajinasi penulis. Tidak diizinkan mengcopy-paste tanpa seizin penulis.

***

Bagi Yejin, mencintai Myungsoo itu seperti mencintai matahari. Seperti mencintai cahaya yang terangnya luar biasa, sampai-sampai dia takut cahaya itu akan membutakan matanya. Dia tahu, mencintai Myungsoo yang seperti matahari berarti harus rela untuk berbagi. Dia tak mungkin memiliki sinarnya sendiri. Dia tak bisa memaksa untuk menyembunyikan cahayanya diam-diam. Ya, dia tahu itu. Hanya saja, terkadang pengetahuan tak pernah membawamu lebih dekat kepada penerimaan.

Dia selalu melakukannya—mencuri pandang kepada Myungsoo sementara bibirnya asyik memilin cerita, hanya agar Myungsoo tetap berada di sana, di hadapannya, mendengarkannya. Karena dengan begitu dia bisa lebih dan lebih lama lagi memandangi lelaki itu. Karena bahkan, dengan Myungsoo yang berada di hadapannya, dia masih merasa rindu.

Perasaannya terhadap Myungsoo telah terbiasa disimpannya sendirian. Perasaan itu memang kadang-kadang ikut menyisip dalam lelucon-leluconnya, dalam cerita-ceritanya, dalam pertanyaan-pertanyaannya untuk Myungsoo. Tapi dia tidak pernah membiarkan perasaan itu lolos sepenuhnya. Dia hanya memberi tempat sedikit, sekedar untuk bernafas. Dia masih takut untuk bilang dengan lantang bahwa dia mencintai Myungsoo. Dia bahkan tidak berani memikirkan risikonya. Cintanya yang menahannya bicara.

Semua orang, termasuk dirinya, tahu bahwa Myungsoo istimewa. Lelaki itu jarang sekali tertawa—dia hanya senang menyeringai. Tetapi sekalinya tertawa, tawa itu akan menyentuh matanya, lalu menulari orang-orang di sekelilingnya. Myungsoo juga punya kebiasaan suka memandangi orang lama-lama tanpa bicara. Caranya memandang membuat jengah, atau kalau dalam kasus Yejin, membuatnya harus susah payah menahan agar pipinya tidak dibuat bersemburat merah. Yejin tahu nyaris seluruh gadis di sekolahnya menyukai Myungsoo—ah, tidak, mereka tergila-gila. Setiap pagi loker lelaki itu selalu dipenuhi setumpuk surat cinta, tetapi alih-alih membawanya pulang dan membaca semuanya seperti yang dilakukan Howon, Myungsoo hanya mengedikkan bahu dan membiarkan saja surat-surat itu terus bertumpuk di sudut lokernya. Kalau nanti sudah tidak muat, dia akan diam-diam memasukkan surat-surat itu ke loker Sungyeol atau Sungjong, yang pada akhirnya akan membuat tumpukan kertas wangi warna-warni itu berakhir di tempat sampah.

Yejin menganggap Myungsoo kejam karena hal itu, tetapi Myungsoo hanya mengabaikannya. Mungkin justru itulah yang membuat lelaki itu menjadi istimewa di matanya.

Myungsoo bukan orang yang lucu tapi dia tidak pernah membuat Yejin merasa bosan. Dia tidak berbakat olahraga, tapi jago main gitar. Suaranya lembut seperti gula-gula kapas kesukaan Yejin. Warna favoritnya sederhana—hitam. Dia penggila angka dan menyukai fotografi. Dan Yejin adalah kebalikan dari semua itu. Dia sangat lucu, semua orang pasti tertawa karena leluconnya. Dia perenang andalan untuk olimpiade sekolahnya. Suaranya cempreng seperti suara dua tutup panci yang saling beradu. Di pecinta warna ungu seperti Howon, meski kadang-kadang dia lebih suka memakai warna-warna pastel yang lembut. Dia benci sekali pada angka dan tidak mengerti di mana letak menariknya kamera selain untuk berselca.

Semua hal itu, Yejin pahami, justru telah menjadi hal-hal yang membuatnya selalu rindu pada Myungsoo. Dia tak pernah merasa cukup hanya dengan melihat lelaki itu di sekolah atau bertemu dengannya pada sore hari. Matanya, senyumnya, suaranya, caranya memandang, permainan gitarnya, bau parfumnya, semua meninggalkan jejak begitu nyata dalam ingatan dan perasaan Yejin.

Semua tentang Myungsoo adalah rindu, adalah kebutuhan, adalah hal yang nyaris sama pentingnya dengan bernafas. Karena bagi Yejin, Myungsoo adalah matahari untuk dunia kecil yang dimilikinya.

 

DING!

Iklan
[Drabbles] Still, I Miss You

6 pemikiran pada “[Drabbles] Still, I Miss You

  1. ohmygaaaaaawt…. ASDFGHJKL sepichles… suka banget tulisan ini, unyunya maksimal :3 tambah ngepens sama kamu… *kecups* padahal kan lagu still i miss you lyricnya itu menyayat hati… tapi kamu yg nulis jadinya manis beginiii ~♥♥♥ request an incovenient truth duuong, klo boleh 😉

    1. ah my god sun! *niruin junsu* makasih unnieku yg cantik hihihi :”)
      iya, jadi ini ceritanya sedihnya orang lagi kasmaran ya mentoknya segini ini unn :p
      boleh, tapi buat the last yah. kan di albumnya inconvenient truth track terakhir. ditunggu aja ya unnie 🙂
      thankyousomucho!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s