Cass&Ems Series: Aku Tidak Akan Berkata Jujur, Paling Tidak Padamu

f

taken from psychotic.perceptions.tumblr.com via facebook.com

***

“Oke. Jadi katakan padaku ada apa sebenarnya ini,” Emma berkata tajam padaku, matanya menyipit saat meletakkan ranselnya di mejaku.

Aku mengangkat wajah, memandangnya dengan jutaan tanda tanya berpusing di atas kepalaku. “Apa?” Aku menyahut balik.

Dia mendudukkan dirinya sendiri di bangku di depanku. Katanya, “Kau mengajak Michelle ke pesta prom.”

Aku menelan ludah. Itu pernyataan, bukan pertanyaan. “Oh, well, itu…”

“Kau bilang kau tidak tertarik,” Emma meneruskan, “Dan Demi Tuhan, kau bahkan menertawakanku sepanjang jalan pulang setelah aku memberitahumu kalau Chris mengajakku ke pesta itu, Cass!”

Aku berjengit mendengarnya berteriak begitu. “Dengar, Ems. Aku bisa menjelaskannya padamu. Tapi, please, jangan menjerit dan berhenti menatapku seolah aku ini narapidana begitu, oke?”

“Kau punya tiga menit untuk memberiku penjelasan yang pantas,” katanya, lalu bersedekap dengan gaya angkuh yang justru malah membuatku jadi merasa geli. Tapi tentu saja, si Zombie ini akan langsung mematahkan hidungku kalau aku sampai kelepasan tertawa sekarang.

“Oke, jadi begini awalnya,” Aku memulai, mencoba bicara setenang mungkin di bawah tatapan menilai yang dilontarkan Emma, “aku sungguh tidak tahu apa yang merasukiku, tapi kupikir mungkin karena aku terus mendengarmu ngoceh soal itu, dan voila! Tiba-tiba saja aku jadi tertarik untuk datang ke pesta prom atau apalah namanya itu.”

“Dan kau juga tidak tahu apa yang merasukimu sampai-sampai kau bisa begitu saja mengajak Michelle Waltz ke pesta itu denganmu?” Emma menyela, matanya sekali lagi menyipit, seolah dengan begitu dia bisa mengebor kepalaku dan membaca pikiranku.

Well, aku punya alasan bagus untuk mengajaknya. Kau bisa langsung tahu betapa hebatnya dia soal dansa hanya dari nama belakangnya, kan?” jawabku, mencoba sedikit bergurau. Aku nyengir lebar untuk meyakinkannya, tapi sepertinya gagal karena dia malah melempar tatapan mencela padaku setelahnya.

“Kau tahu kalau Michelle naksir berat padamu.” Oke. Lagi-lagi sebuah pernyataan.

Aku mengangguk mengiyakan. “Kau yang memberitahuku,” Aku menambahkan.

“Tapi kau samasekali tidak naksir padanya. Sedikitpun,” desisnya, membuatku bergidik ngeri. Aku mengkeret di bawah tatapannya.

“Kalau soal itu aku, eh, dulunya memang begitu,” kataku takut-takut.

“Dulunya?” Emma mengulangi, nadanya tiba-tiba saja meninggi dan sepasang mata coklatnya membelalak lebar-lebar. “Jangan bilang kalau kau ingin mengatakan padaku bahwa sekarang kau menyukai Michelle Waltz. Kau bukan pembohong yang baik, Cass. Terutama kalau di depanku.”

Aku langsung menghindari menatap matanya. “Dia gadis yang lumayan menarik, setelah dipikir-dipikir. Aku sempat ngobrol banyak dengannya kemarin. Tidak ada yang tidak mungkin terjadi kalau dunia belum kiamat, Ems,” elakku seraya mengedikkan bahu.

Emma mengerucutkan bibir, lalu menopang kepalanya di atas dagu dan memandangku dengan ekspresi tak yakin. “Kau tahu kalau aku masih tidak bisa mempercayaimu,” katanya datar.

“Waktu akan membuatmu percaya, Zombie keras kepala,” balasku, lalu beranjak dari dudukku. “Dan ngomong-ngomong, untung sekali kau mengingatkanku tentang Michelle tepat pada waktunya. Aku ada janji menemuinya sebelum kelas aljabar,” tambahku, tak bisa mencegah tanganku untuk tidak mengacak rambutnya sebelum berbalik untuk pergi.

“Cass, aku belum selesai!” Emma berseru, tapi aku hanya menyahutinya dengan lambaian.

Maaf, Ems. Aku tidak bisa kalau harus berbohong dua kali dalam sehari padamu. Tapi akan lebih mustahil lagi kalau aku harus mengatakan yang sebenarnya padamu karena aku tahu kalau aku tidak akan pernah berkata jujur, paling tidak padamu.

Haha. Memangnya apa yang aku harapkan? Mendengarmu bersorak dengan pipi memerah setelah aku mengatakan kalau aku menyukaimu, dan bukannya Michelle Waltz?

DING!

 

Iklan

5 pemikiran pada “Cass&Ems Series: Aku Tidak Akan Berkata Jujur, Paling Tidak Padamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s