Untukmu, Lelakiku : Bagian Duapuluhsatu

Selamat pagi kepadamu, kutitipkan kepada desau angin yang menggelitik telingamu.

Jangan terburu-buru beranjak dulu, karena aku juga menyisipkan doa-doa dalam bisiknya untukmu.

Kuharap, hari ini kamu akan tersenyum lebih banyak daripada kemarin.

Ketika kamu membuka jendela, kuharap kau menatap sedikit lebih lama kepada matahari.

Karena aku diam-diam memintanya untuk menyampaikan pesan untukmu :

bahwa kelak, sebelum dia, aku ingin jadi yang pertama kau lihat ketika kau bangun di pagi hari.

Sempatkanlah mengintip ke balik dedaunan yang menyembunyikan embun sisa hujan semalam.

Ada rinduku di sana, melebur bersama titik-titik air yang berjatuh-jatuhan itu.

Jangan juga kamu lupakan langit berawan di atas kepalamu.

Pada pinggirannya aku sengaja merenda harap-harapan tentang aku dan kamu.

Selamat pagi kepadamu, semoga hari ini segala yang baik menyertaimu.

Semoga, di manapun kamu, itu berarti bahagia.

Semoga, pagimu sesempurna milikku.

Dan semoga, kata-kata ini tersihir hingga sampai ke tempatmu.

Selamat pagi kepadamu, kuucap sebelum kita bertemu.

Selamat pagi kepadamu, terimakasih banyak masih ada di sana untuk menungguku.

 

Salam,

Wanitamu

Untukmu, Lelakiku : Bagian Duapuluhsatu