Sampai di Sini

taken from weheartit.com

***

Entah detak ini milik siapa, karena jarak yang tereja telah sejak lama menolak dikambinghitamkan.

Ini tragedi, ketika aku bahkan telah menjadi sangsi kepada diri sendiri.

Aku sudah mencoba mendiami ketiadaan, menolak untuk mendengar dan menatap

—tetapi tak bisa.

Karena pada akhirnya, kelana pikiranku akan meretas jejaknya pulang kepadamu.

Detik-detik yang ikut jatuh bersama hujan malam itu,

apa kau tahu bahwa di sini aku masih mencoba untuk membekukannya,

mengembalikannya ke dalam rebah pelukanku?

Aku tidak rela kita jauh, meski aku terlalu takut untuk mendekat,

serupa seperti aku ngeri untuk berharap.

Mimpi buruk ini, mengapa dengan mudahnya bermetamorfosa menjadi laiknya dongeng pangeran dan putri?

Aku sudah tersaruk dan mau jatuh, kau harusnya mengerti.

Dan tak layak kalau sampai waktu ini kau masih menginginkanku berdiam diri.

Pikir dan waktu dan pijakan yang direnggut olehmu,

kumohon kembalikan lagi kepadaku.

Bilang bahwa kau mau aku berhenti,

cukup sampai di sini.

 

DING!

 

Iklan

2 pemikiran pada “Sampai di Sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s