Andai Kau Mau Percaya

taken form fallinginyourlove.tumblr.com

***

Andai kau mau percaya,

aku sedang meretas kata-kata untuk mendekat padamu tanpa suara.

Meski jauh, tak apa.

Detak-detak jantungku karenamu ini sudah mencukupkan segalanya.

Di langitku, petang sudah tak melukis senjanya sendiri.

Alih-alih, dia melukis wajahmu—membawaku dalam sensasi jatuh cinta setiap hari.

Di duniaku, ada gemerisik angin yang senada dengan tawamu,

dan bekas-bekas hujan yang sejejak dengan langkahmu.

Bagaimana aku bisa lupa, kalau segala serupa berkonspirasi di balik punggungku?

Jarak sebagai penjeda,

atau waktu sebagai pembeda,

tak lagi keduanya punya makna ketika pikiranku sudah memilin sendiri kenang-kenangan tentang kamu.

Aku cukup memejam, dan kamu ada—nyata dan sempurna.

Mana sanggup aku bersembunyi, jika kemanapun aku berlari rinduku padamu selalu aku bawa-bawa?

Ah, padahal rindu yang terlalu biru terkadang hanya bisa membuatmu tergugu—mengunci inderamu hingga kelu.

Bahkan, dalam mimpi pun kamu masih datang padaku,

perlahan menyisipi alam bawah sadarku, merebut begitu saja esensi kewarasanku.

Kau, yang jadi alasan jatuhnya bulir-bulir air mataku,

juga yang jadi jawaban terkembangnya senyum dan lepasnya tawaku,

adakah segala ketidaknormalan ini juga menggoncang duniamu?

Atau hanya aku yang terlalu naif, lagi-lagi berlagak picisan dan hiperbolis?

Satu-satu saja, jawablah pertanyaanku.

Pelan-pelan saja, menitilah pada pilin kata-kataku.

Aku sedang tak mau peduli atas ketiadaan hak dalam permintaanku.

Lalu bilang padaku, aku ataukah kamu yang sekarang sedang dipermainkan rasa?

Karena sudah tak sanggup kuhitung lagi berapa banyak detik yang habis untuk menerka, menunggu, terluka, lalu kembali jatuh cinta padamu.

Terkadang, membiarkan intuisi mencari jalannya sendiri hanya akan membuatmu kehilangan kendali atas hidupmu bukan?

Maka, sekali saja aku butuh logika,

untuk bicara kepadamu.

Andai kau mau percaya,

aku ada di sini, selalu melihatmu.

karena aku sedang menunggumu, kisah yang belum punya epilog dalam dongengku.

 

DING!

Iklan
Andai Kau Mau Percaya

7 pemikiran pada “Andai Kau Mau Percaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s