Bersisian

taken from de4dmines.tumblr.com

***

Kaki-kaki telah memijak lagi di tempatnya, genggaman tangan telah saling dilepaskan, senyuman telah dijadikan salam perpisahan, dan kita telah kembali dibiarkan berjalan sendirian.

Bagaimana pun juga, ranjang yang hangat dan nyaman tetap jadi bagian dari dunia yang harus berputar, kan?

Mau tak mau, kau harus tahu itu :

bahwa waktu tak akan pernah mau menunggu.

Kesedihan yang membuncah-buncah atau air mata yang tak mau enyah, keduanya biar melebur jadi satu.

Biar membaur, larut, kemudian hilang, ketika kau sudah bisa menemukan pegangan untuk bertahan.

Pada suatu waktu, kau akan lupa bahwa tangismu pernah berdeguk-deguk serupa sungai dan jantungmu pernah berdentam-dentam menyakitkan karena rindu.

Dan kau tak perlu takut lagi kepada perpisahan.

Kepada rasa kesepian.

Kepada kesendirian.

Karena percayalah, kau luar biasa ketika kau mampu bertahan.

Maka ketika kelak musim berganti dan kaki yang memijak, genggaman tangan yang terlepas, juga senyuman penanda selamat jalan telah terkunci di sudut ingatan,

aku harap saat itu kau dan aku telah berjalan bersisian.

 

DING!

Iklan

6 pemikiran pada “Bersisian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s