Menunggu

writingintheskies.tumblr.com

 

Melebihi semuanya, yang ingin aku tahu adalah apa yang ada di dalam pikiranmu.

Semuanya, tanpa terkecuali.

Agar kepalaku tak melulu dipenuhi kamu—dan segala tanya tentang definisi dan tendensimu.

Karena, bukankah setiap laku selalu punya maksud? Atau, kamukah itu yang termasuk ke dalam orang-orang yang percaya dengan tiadanya alasan di balik setiap kejadian?

Jika iya, maka aku harus kembali menyerah dan mengaku kalah.

Karena toh sebesar apa pun aku menginginkannya, kau tak akan pernah mau mengaku padaku.

Hingga entah kapan nantinya, kau akan tetap menjadi rahasia,

yang mengendap-endap, diam-diam, dan perlahan-lahan sampai kepada di mana aku menyimpan keingintahuanku.

Hei, tapi apakah kau benar-benar tak ingin memberitahuku sesuatu?

Tentang apakah aku hanya bermain-main sendiri dan bermonolog tanpa epilog di sini?

Tak maukah kau sekali saja bilang padaku,

apakah hanya duniaku saja yang tak pernah berputar karena takut kehilangan keberadaanmu?

Kupikir sebelum menjawab kau perlu tahu sesuatu terlebih dulu,

bahwa aku percaya tentang takdir yang senang bersilangan untuk pada akhirnya saling menemukan,

dan tentang segala sesuatu yang berjalan lambat tetapi pada akhirnya akan berakhir tepat.

Karena, bukankah menunggu adalah satu dari seni mencintai?

 

DING!

Iklan
Menunggu

2 pemikiran pada “Menunggu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s