Cass&Ems Series : Oh Ya, Benar, Karena Aku Adalah Joshua Cassidy Si Monkey Bodoh

trulovewallpapers.blogspot.com

Ada apa sih dengan para cewek dan segala macam omong kosong tentang prom itu? Maksudku, itu kan cuma acara untuk sekumpulan badut yang kurang kerjaan di akhir tahun ajaran? Bukankah akan lebih baik kalau kita menghabiskan waktu dengan nonton dvd star wars sambil makan sekotak pizza pepperoni?

“Hei, Cass.” Aku menoleh dan melihatnya menjulurkan kepala dari balik bahuku. Nyengir.

Aku mendesah. “Yeah. Hei, Ems.”

Ems memberengut. Diacaknya rambutku lalu dia duduk di sampingku, berpangku tangan. “Masalah?” tanyanya langsung.

Aku mendesah. Lagi. “Bukan. Hanya sedang bosan,” jawabku, malas menceritakan isi kepalaku.

Ems mencibir. “Kau memang suka berlagak, Dude. Ku rasa sebaiknya kau mulai mencari teman kencan untuk pergi ke prom Sabtu depan.”

Aku refleks memutar bola mataku. Astaga, bahkan si Zombie di sampingku ini ikut-ikutan membicarakan tentang prom? Yang benar saja.

“Maaf, tapi aku tidak tertarik,” kataku datar.

“Oh, sayang sekali. Padahal di luar sana ada ratusan cewek yang ingin diajak pergi oleh seorang Joshua Cassidy ke pesta prom,” sahut Emma sok dramatis. Dia sengaja menekankan kalimatnya pada kata-kata “Seorang Joshua Cassidy.”

Sebenarnya aku kepengin tahu, memangnya kenapa denganku? Tapi aku justru balik bertanya padanya, “Kau sendiri bagaimana? Sudah punya teman kencan?”

Lalu mendadak pipi Emma yang berbintik-bintik memerah. Dia mengubah posisi duduknya jadi lebih tegak dari semula. Ha, rupanya dia gugup. “Well, aku..eh, entahlah. Belum ada yang mengajakku,” jawabnya tidak jelas. Dia mengangkat bahunya, tapi ragu-ragu.

Aku mengerutkan keningku. Memang, sih, seharusnya si Zombie ini tidak termasuk dalam sekumpulan badut konyol bermake-up tebal itu. Tapi dia, kan, Emma Jefferson, si Cewek Olimpiade. Maksudku, dia sangat pintar dan manis dan baik dan bukan cewek nerdy dan sebagainya. Jadi bukankah seharusnya banyak yang mengajaknya pergi ke pesta prom itu?

“Benarkah?” Aku mendengar nada suaraku yang aneh saat menanyakan hal itu.

Ems mengangguk dengan canggung. “Oh, sudahlah. Toh, aku memang tidak ingin pergi.”

Dan entah kenapa jawaban itu memberiku kelegaan yang membuatku menutup mulut. Masa bodoh dengan prom.

***

Ini adalah jam pulang sekolah dan aku sedang membereskan lokerku ketika aku melihat Emma. Dia berdiri membelakangiku di ujung lorong, di samping kelas biologi, berulangkali menyisipkan rambut coklat emasnya ke belakang telinga. Oh, pertanda buruk. Ems sedang gelisah. Aku baru saja akan menghampirinya ketika aku melihat ada orang lain yang berdiri di dekat si Zombie. Rupanya tadi orang itu tidak terlihat olehku karena dia berdiri di balik pilar.

Aku menyipitkan mata untuk mengetahui siapa dia, dan ha, aku mengenalinya sebagai Chris Wilton, kapten tim football sekolah kami. Dia berdiri menjulang di dekat Emma hingga cewek itu tampak menciut di sebelahnya. Tapi aneh. Chris tampaknya juga gelisah. Berulangkali dia menggesekkan kakinya ke lantai sementara kepalanya terus menunduk, juga memandang lantai. Lalu aku melihat Emma mengangguk satu kali dan Chris terlonjak senang. Diraihnya tangan Emma kemudian diremasnya. Dan dia pergi, dengan setengah berlari.

Aku buru-buru menghampiri Ems setelahnya. “Hei, Zombie,” sapaku, mencoba terdengar biasa saja.

Emma menoleh dengan mata membelalak. “Oh. Hei, Cass. halo,” ujarnya, masih tampak terkejut.

“Astaga. Ada apa denganmu? Habis melihat hantu?” gurauku.

Emma tertawa gugup. “Aku, eh.. Sedang apa kau di sini?” dia mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Menjemputmu,” sahutku enteng. “Tadi kau bersama si Jangkung Wilton, eh?” tambahku, pura-pura acuh tak acuh.

Ems menatapku kaget. “Kau melihatnya?” cicitnya.

Aku mengangguk malas. “Ada apa sih? Kalian ada misi rahasia atau apa?” tanyaku lagi, kali ini lebih serius.

Wajah emma memerah dan dia menundukkan kepalanya. Sedetik berlalu, kemudian dia berujar dengan sangat pelan, “Chris mengajakku ke pesta prom.”

Aku ternganga sebentar. “Maaf? Prom? Pesta dansa itu maksudmu?” sahutku, mendadak merasa sangat bodoh.

Ems mendongak menatapku. Matanya yang berwarna coklat karamel tampak berkilau karena pemiliknya sedang berbunga-bunga. “Ayolah, Monkey. Tentu saja pesta prom yang itu,” sambarnya tak sabar.

Tiba-tiba aku merasa cewek di hadapanku ini bukanlah Emma si Zombie sahabatku lagi. Dia bukanlah cewek yang lokernya bersebelahan dengan lokerku. Dia juga bukan seseorang yang setiap hari membagi bekal makanannya denganku. Cewek ini bukan Ems-ku. Dia cewek yang diajak Chris Wilton ke pesta prom. Dia si Cinderella itu.

Astaga. Ada apa, sih, denganku? Bukankah aku sendiri yang tadi berpikir kalau seharusnya Ems pergi ke pesta prom bersama cowok keren macam Chris Wilton?

Oh, tentu saja. Karena Emma seharusnya pergi denganku. Karena aku yang seharusnya mengajaknya ke pesta itu sejak awal. Karena aku menyukainya—menyukai dia, Emma-ku. Lalu kenapa aku tidak melakukannya? Oh, ya, benar, karena aku memang Joshua Cassidy si Monkey Bodoh.

 

DING!

Iklan
Cass&Ems Series : Oh Ya, Benar, Karena Aku Adalah Joshua Cassidy Si Monkey Bodoh

4 pemikiran pada “Cass&Ems Series : Oh Ya, Benar, Karena Aku Adalah Joshua Cassidy Si Monkey Bodoh

  1. wah ada cass&ems!!
    saya udah suka sama couple ini sejak baca will you marry me loh, dan sekarang tambah suka banget karena di buat seriesnya šŸ˜€
    keren eonni, ditunggu lanjutannya šŸ™‚

    1. asiiik ternyata cass sama ems punya penggemar juga :3
      duh, makasih yaa saeng. iya nanti dibikinin deh ya khusus buat kamu *kedipin*
      aku juga nungguin kelanjutan exceptionnya kamu lho šŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s