Jatuh Cinta Tiba-tiba (A Love Letter Pt.3)

taken from tumblr.com

Aku masih ingat ketika hampir dua tahun lalu aku melihatmu untuk pertama kalinya.

Sama sekali tidak menarik, pikirku waktu itu. Bahkan, aku sempat bertanya-tanya kenapa orang sepertimu bisa mendapatkan banyak sekali solo-shot dalam video-klip kalian, padahal jelas-jelas ada yang jauh lebih tampan daripada dirimu.

Jelas, Jaejoong terlihat lebih bersinar waktu itu. Mungkin karena efek dia yang menjadi pembuka lagu atau karena kulitnya yang seolah berkilauan itu, aku tidak tahu.

Lalu aku mencoba melihat sekali lagi, dan aku menemukan Changmin. Sungguh, jangan salahkan aku kalau dalam sekejap aku langsung berpaling kepada bocah-mu itu. Dia luar biasa tampan, bukan?

Waktu itu aku sampai kepada satu kesimpulan tentang dirimu : lelaki arogan dengan kulit coklat dan rambut terang yang aneh. Aku yakin, aku tak akan pernah bisa menyukai orang sepertimu.

Lalu tahun berganti, dan kenangan ketika pertama kali melihatmu mulai terhapus dari otakku. Aku mulai tenggelam terhadap kegilaanku pada kelompok juniormu (lagi-lagi aku terpesona pada lelaki yang paling muda, ya ampun) dan kau tak pernah sekalipun mampir dalam pembicaraan maupun ingatanku.

Kalau ditanya tentang kelompokmu, aku pasti bilang bahwa aku tergila-gila pada Changmin. Tuhan, dia itu tampan sekali! Tinggi, berkaki panjang, berambut lurus dan hitam, dan luar biasa keren kalau sedang menyanyi. Ditambah dengan seringai khasnya setiap kali kameramen mengambil gambar close-up wajahnya saat di panggung—ah, rasanya tidak ada yang lebih menyenangkan selain menghabiskan sepanjang hari dengan terus memandangi maknae-mu itu.

Kemudian, entah bagaimana aku akhirnya melihat Yoochun. Orang yang paling senang tersenyum itu, bagaimana bisa selama ini aku mengabaikannya begitu saja? Mulai saat itu, aku seakan tidak ingat lagi pada segala kesempurnaan Changmin dan mulai sibuk membicarakan Yoochun di mana saja dan kapan saja. Kali ini, salahkan kemampuan aktingnya yang keren dan suara khasnya itu. Bukan aku yang memperhatikan dia duluan, kan?

Dan 2011 hampir berakhir. Dan aku, pada akhirnya, benar-benar menemukanmu. Ingatkah kau bahwa aku pernah bilang bahwa aku menyukaimu karena sebuah cerita? Oke, mulai sekarang, lupakan itu. Karena sebenarnya, aku juga tidak tahu kapan dimulainya sampai perasaan ini ada. Sebelum itu, mungkin. Hanya saja aku terlalu tidak peka untuk menyadarinya. Bodoh, ya?

Kamu yang dewasa itulah yang seperti magnet tanpa kutub untukku—menarikku dari segala arah.

Soal ketampanan, aku tak akan bohong mengatakan bahwa kau lebih tampan dari Changmin. Dia masih yang nomor satu dalam hal itu, kau tahu. Kulitmu juga tidak berkilauan seperti milik Jaejoong, yang membuatku diam-diam sering bertanya-tanya apakah dia benar manusia jika melihat betapa pucat dan berkilauannya kulitnya itu. Kau juga tidak sering tersenyum seperti Yoochun dan jarang bertingkah konyol seperti Junsu.

Tapi justru kau dan segala hal yang tidak kau miliki itulah yang membuatku menyukaimu.

Kau tampan bagiku, dengan perpaduan antara maskulinitas yang terpahat pada rahang tegasmu dan kelembutan yang terpancar dari sepasang matamu, meski tidak semua orang menganggapmu begitu.

Kau penuh kharisma, dan aku bisa melihat betapa penyayangnya dirimu tanpa harus mengenalmu secara personal.

Tawamu yang jarang terdengar itu juga sudah seperti candu bagiku—khas, tidak ada orang lain yang tertawa dengan cara yang sama denganmu.

Kau manis, berdedikasi, dan tangguh di saat yang bersamaan—kombinasi itu rupanya semakin menyempurnakan sosokmu untukku.

Aku tidak akan melupakan sensasi menyenangkan yang kurasakan waktu itu, ketika rasanya aku seperti disentak kuat-kuat dari suatu tempat kemudian dihempaskan begitu saja—hingga aku akhirnya jatuh tepat di ranjang kamarku. Seperti itulah perumpamaan tentang bagaimana aku jatuh cinta padamu. Awalnya mungkin mengejutkan dan aneh, tapi pada akhirnya aku tahu aku akan merasa aman…dan bahagia.

Aku tidak tahu darimana semua ini dimulai dan bagaimana aku harus menghadapinya, tapi aku senang aku telah jatuh cinta padamu—meski tiba-tiba. Dan tak terduga.

Jadi, kuharap kau tak akan pernah menarikku untuk bangun lagi dari ranjangku, karena aku telah terbiasa seperti ini—mencintaimu setiap hari.

Dan satu hal lagi, aku ingin bilang padamu tentang hal ini :

Terimakasih karena telah berada di dunia yang sama denganku, Jung Yunho.

 

Dariku,

Yang jatuh cinta tiba-tiba kepadamu.

 

 

 

Iklan
Jatuh Cinta Tiba-tiba (A Love Letter Pt.3)

4 pemikiran pada “Jatuh Cinta Tiba-tiba (A Love Letter Pt.3)

  1. Kenapa kamu bisa teramat romantiis seperti ini? Aku yg bacanya sepichles.. (˘̩̩̩⌣˘̩̩̩) Terimakasih karena sudah mengenalkanku dengan sosok Jung Yunho lewat tulisanmu ini :’) baydewei, ini udah part 3, part 2 & 1nya ada? Aku blum baca, “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮

    1. aku mah ga pernah main2 unnie kalo soal ubung gantengku yg satu ini >///<
      sama2, semoga ga lebay yah unn tulisan aku u.u
      udah nemu part 1 sama 2nya kan? 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s