Rindu Kamu

http://www.kwick.de

Aku, belum sampai kepada fase itu,

di mana aku bisa bilang padamu bahwa aku telah berhasil mencintaimu dengan benar.

Benar—sebuah kata yang pemaknaannya selalu akan tergantung kepada siapa yang mengucapkannya.

Dan bagiku, mencintaimu dengan benar berarti bisa berteman dengan rindu ketika kau tak dapat kujangkau dalam batas jarak penglihatanku.

Sulit, aku menyadarinya, ketika menemukanmu telah menjadi semacam rutinitas dalam agenda harian yang harus aku selesaikan setiap harinya.

Paling tidak, dengan begitu aku bisa tidur nyenyak dan menikmati pilin-pilin ingatan tentangmu di sepanjang malam itu.

Dan sekarang, aku tak yakin bisa terlelap tanpa harus khawatir akan bermimpi buruk—karena ketakutan akan lupa kepada detail wajahmu terus menggerogoti alam bawah sadarku.

Bukankah semua ini menjengkelkan?

Karena rasanya terjaga sepanjang malam menjadi sejuta kali lebih baik daripada harus tertidur hanya untuk perlahan-perlahan kehilangan semua ingatanku tentangmu.

Bagaimana aku harus mengembalikannya lagi nanti?

Aku tidak yakin bisa memulai lagi semuanya dari awal, ketika kepastian tentang waktu yang tidak pernah berjalan mundur selalu menyentakku telak-telak, memberiku peringatan bahwa tidak seharusnya aku memikirkan kemungkinan yang tak akan bisa menjadi mungkin.

Di mana aku bisa menemukan penghiburan atas semua ini?

Karena nyatanya satu-satunya penghiburan yang aku butuhkan telah bertransformasi menjadi sesuatu yang menakutiku.

Tahukah kamu, betapa aku berharap kau selalu baik-baik saja, di manapun kau berada?

Karena aku sebentarpun tidak pernah ingin kehilangan tawa yang menjadi penanda paling absolut yang bisa aku ketahui bahwa kau bahagia. Setidaknya, dengan begitu kebahagiaanmu akan menulari hidupku juga.

Tapi, apakah memang sebegini sulitnya menanggung rindu?

Ketika aku merasa seolah dunia tak pernah berputar lagi di tempatku. Ketika aku merasa seolah aku telah kehilangan pijakanku. Ketika aku merasa seolah setiap hal di dunia ini berevolusi kecuali aku.

Karena, bukankah pusat tata suryaku adalah kamu?

 

DING!

 

Iklan

2 pemikiran pada “Rindu Kamu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s