Ngeri

tiimari.devianart.com

Melihatmu, seperti melihat jendela yang tak tertutup tapi tak ada apa-apa yang bisa kau temukan di baliknya.

Kau membuat dirimu terlihat seperti buku yang terbuka, tapi kosong—tak ada satu hurufpun tercetak di dalamnya.

Apa yang kau pikir sedang kau lakukan?

Membiarkanku mencoba—menerka-nerka sampai aku tiba sendiri kepada jawabannya?

Aku mau, sungguh, aku mau dan itu tidak apa-apa untukku.

Toh, menebak sampai muak tak akan membuatmu kehilangan nyawamu.

Lalu, apa yang kau harap aku lakukan?

Seperti inikah—

terus menulis sampai tak ada yang tersisa selain huruf-huruf penyusun namamu.

Sampai akhirnya, kau baru bisa membaca hatiku.

Aku bisa, sungguh, aku bisa menunggu dan aku akan baik-baik saja.

Toh, menunggu sampai beku tak akan membuatmu kehilangan kewarasanmu.

Tapi, bagaimana jika tak ada cukup waktu?

Bagaimana jika kau keburu menghilang ditelan teka-tekimu sendiri?

Bagaimana jika aku mengabur, dan tak mampu lagi bermain saling mencari denganmu?

Apa yang akan kau lakukan, kalau begitu?

Apakah kau akan tetap berdiri di situ,

senang-senang saja selama masih menjadi tokoh utama dalam ceritaku?

ataukah kau akan bergerak maju,

biar hanya satu langkah—mendekat padaku?

Kau tahu, di antara keduanya, semua menakutiku.

Semua berdesing-desing di telingaku,

berdentam-dentam di rongga dadaku.

Keduanya, semua membuatku ingin berhenti.

Karena lebih dari hal-hal yang lain yang ingin ku bilang padamu,

perasaan ini—

membuatku ngeri.

 

DING!

Iklan
Ngeri

2 pemikiran pada “Ngeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s