The Betrayer

Title : The Betrayer

Author : Yuridista

Genre : Romance

Pairing : INFINITE MyungJong

Rating : G

ps : okay, so i wrote this piece because i think i’ve started to ship MyungJong (Myungsoo-Sungjong) pairing these days. For me, they’re such an adorable couple. They’re cute together, and i’m just fallin’ in love with how the-cold-but-gentle Myungsoo treats his-cute-and-lovable-dongsaeng Sungjong. In conclusion, they’re my second favorite couple after the legend, YunJae šŸ™‚ Ah, and just enjoy this piece, ‘kay? šŸ˜‰

***

Sungjong membenahi letak kain yang menjadi sasaran tembaknya dengan nafas terengah-tengah. Syukurlah—Sungyeol tidak berhasil menembak kain sasaran miliknya tadi. Biar saja orang itu berpikir bahwa dia telah ‘membunuhnya’—selalu, Sungjong tahu bahwa setidaknya dia masih lebih pintar daripada Sungyeol.

Berpikir soal kepintaran, dia masih tidak mengerti kenapa L bisa ada di peringkat paling rendah dalam tingkat kepintaran menurut fansnya. Maksudnya, Demi Tuhan, itu kan L. L-hyungnya yang keren setengah mati. L-hyungnya yang selalu bisa melakukan apa saja—menyanyi, menari, berakting, dan bertingkah seperti seorang superstar sejati di mana pun dia berada. Cool, begitu selalu Sungjong menyebutnya. Dan lagipula, bukankah L-hyunglah yang fansnya paling banyak di antara mereka bertujuh? Kalau begini keadaannya, apa mungkin gadis-gadis itu sudah berpaling dari si dingin L ke si cerewet Woohyun atau ke si dance-machine Hoya?

Tunggu dulu—Sungjong menggeleng-gelengkan kepalanya. Ini, kan, solo-shootnya. Harusnya dia menggunakannya untuk memikirkan strategi pintar yang bisa membuatnya menang dalam permainan ini, atau setidaknya terlihat mengagumkan di depan kamera. Dasar bodoh—Sungjong memaki dirinya sendiri. Selalu begini. Segala sesuatu yang berhubungan dengan L selalu bisa membuatnya melanturkan pikiran kemana-mana, meski kebanyakkan pikirannya itu hanya berisi kekhawatiran dan pertanyaan-pertanyaan.

Sungjong mengangkat kepalanya menghadap kamera. Lupakan L-hyung—dia memerintah otaknya. Dia harus mencari Woohyun, targetnya, dan membunuhnya sembari menghindar dari kejaran Sungyeol. Benar, itu yang seharusnya dia lakukan. Lalu, Sungjong mengerjap ketika teringat adegan L membantunya melarikan diri dari Sungyeol beberapa menit yang lalu. Apa-apaan itu? Apa dia sengaja melakukannya? Tapi, untuk apa? Sungjong bahkan tak ingat PD-nim pernah memberitahunya untuk banyak menunjukkan adegan keakraban antara dirinya dengan L dalam acara ini. Jadi, kenapa?

Sungjong menghela nafas. Karena L, pikirannya sekali lagi mengkhianatinya.

 

DING!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s