A Thought

A Thought by Yuridista

***

Pikiran ini datang begitu saja suatu kali, selang beberapa hari setelah aku bertemu dengan Yunho dan Changmin di lobi kantor manajemen setelah kepulangan mereka dari Jepang. Aku menyapa mereka dan mengucapkan selamat atas kesuksesan rangkaian konser Tone TVXQ. Yunho membalas ucapanku dengan senyum berterimakasih dan pelukan hangat, sedangkan Changmin membungkuk dengan manis padaku—yang membuatku memutar mata dan langsung menariknya ke dalam rangkulan juga. Dalam hati aku bertanya-tanya, kapan Super Junior akan mencapai tempat yang sama seperti mereka?

Sungguh, aku tidak pernah iri dengan kesuksesan TVXQ. Aku justru bangga kepada mereka, kalau berbicara dari konteks umur. Dan hormat, kalau berbicara dari konteks senioritas. Aku kagum dengan kerja keras mereka. Aku takjub melihat bagaimana mereka bertumbuh, jatuh, terluka, kemudian bangkit lagi dan menjadi lebih kuat daripada sebelumnya. Karenanya, aku ingin Super Junior bisa menjadi seperti TVXQ—bukan meniru, tetapi mencontoh. Bukankah dua kata itu memiliki makna yang jauh berbeda?

Segala hal itu terus berdesing-desing di dalam kepalaku sampai pemikiran itu datang menghantamku. Menohokku telak-telak. Membuat jantungku mencelos dan nyaris terenggut dari rongganya. Pemikiran itu, yang selama ini setengah mati kuusahakan untuk tak pernah kupikirkan, tiba-tiba saja sudah menguasai seluruh kepalaku, mengisinya dengan asumsi-asumsi mengerikan yang ingin kusingkirkan jauh-jauh.

Mungkin, pemikiran ini datang karena aku melewatkan banyak hal saat bertemu dengan Yunho dan Changmin tempo hari. Mata mereka yang tampak redup dan sedih meski mereka berdua sedang tersenyum, pelukan mereka yang lemah meski hangat, nada bicara mereka yang menyiratkan rasa lelah meski mereka menyapaku dengan ramah seperti biasanya—aku melewatkan semua itu, yang memberitahuku bahwa luka yang mereka derita masih ada di sana, nyata meskipun samar.

Ketika pemikiran itu datang padaku, aku tidak bisa untuk tidak bertanya-tanya : apa yang harus aku lakukan jika Super Junior jatuh dan terluka…

…dan apakah kami akan bertahan dan tak pernah saling meninggalkan?

 

DING!

*word count : 297 words without title

“Kontes FanFic-Flash Fiction ELF Books berhadiah novel Perfect Ten karya Delia Angela”

Iklan
A Thought

12 pemikiran pada “A Thought

  1. huhuhu…ak ga bisa comment ttg leeteuk partnya, yg selalu menjadi perhatianku akan selalu dua orang sok kuat ku ituuu… T,T
    but everything is just gonna fall right into place…:D
    teuki teuki fighting!!
    you-jjang dek! 😀 *tulisanmu selalu berhasil menggodaku 😀

    1. hihihi as always, they’ll be your number one, rite?
      but this time i wanna try to figure out abt the other idol too, and i think leeteuk is perfect for this kind of case 🙂
      makasih yaa mbak buat komennya 🙂

      1. iya, they’ve turned my whole life so blue, drawning me in so deep. I just cant reach my self again…hehehe… DBSK 5! you took the right person, Leeteuk! he’s just kind wise and so much mature, an adult! hahaha…
        iyaaaaa….keep on writing, girl! 😀

    1. sebenernya yg galau itu yg nulis u.u
      homin gak tragis kok, mereka cuman lg mengalami masa-masa melelahkan aja. everything will always be alright at the end for everyone, rite? 🙂

    1. aniya, gwenchana. aku juga jarang update kok dek 🙂
      iya, salut sama ubung gantengku dan adek cowoknya yg super cool itu karena udah berhasil mempertahankan TVXQ 🙂
      doain yaa semoga teuki engga galau lagi hihihi.
      amin. makasih yaa dek udah mau mampir 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s