Ketika

***

Kutanya, apa yang  kau pikirkan,

ketika gugurnya daun menyentuh ujung sepatumu—

penanda dimulainya kisah antara dia dan tanah di bawah kakimu?

Kutanya, apa yang kau pikirkan,

ketika titik-titik gerimis membasahi lengan kemejamu—

penanda bertemunya dia dengan jalanan setapak yang kau jejak itu?

Kutanya, apa yang kau pikirkan,

ketika salju berjatuh-jatuhan dari langit di atas kepalamu,

penanda bersatunya dia dengan atap-atap rumah berwarna kelabu?

Kutanya, apa yang kau pikirkan,

ketika angin membuai anak-anak rambutmu,

penanda bersuanya dia dengan sepadang penuh bunga-bungaan merah jambu?

Kutanya, apa yang kau pikirkan,

ketika matahari menyapamu dengan sinarnya yang malu-malu,

penanda terikatnya dia dengan arak-arakan awan berwarna biru?

Kutanya, apa yang kau pikirkan,

jika aku bilang padamu—

bahwa ketika dedaunan gugur, gerimis turun, salju berjatuhan, angin bertiup, dan matahari terik bersinar,

di setiapnya aku memikirkanmu,

dan di selanya aku ingin kau menungguku,

tiba kepadamu?

Iklan
Ketika

2 pemikiran pada “Ketika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s