Mungkin

Mungkin,

waktulah yang berdilatasi terlalu cepat buat kita,

dan fragmen ini sebenarnya bukan punya kita,

atau hanya rasa yang sejak awal menolak untuk dikata?

Hingga begini saja jadinya—

menemukan hanya untuk diingat diam-diam,

lalu pelan-pelan menjauh, walau setengah mati tak ingin menghilang.

Siapa yang tahu,

kalau seperti ini saja sudah begini rumitnya?

bahkan ketika tak pernah ada yang dimulai di antaranya.

Karena sekali merasa,

segala serupa tak pernah ada cukupnya.

Inginnya mencari, bertanya-tanya sendiri,

lalu memikirkan tak ada jeda.

Apa yang salah, sebenarnya?

kalau setiap ramai adalah hening jika tentang dia,

kalau setiap ada menjadi tiada jika tentang dia,

kalau setiap suara beranjak tanpa nada jika tentang dia,

kalau setiap hal adalah bayangan jika tentang dia.

Jika begini,

haruskah kita berhenti saja lain kali?

tak usah takut, tak perlu melarikan diri.

Cukup berdiri saja,

tanpa kata—untuk saling mengerti.

Sekalinya,

biarkan waktu berdilatasi dan fragmen menentukan kisahnya sendiri,

biarkan diam menggantung di udara dan setiap indera memilih bersembunyi,

juga biarkan jutaan tanya berada di sana tanpa memiliki jawabannya.

Karena kita akan berada di antaranya,

pada akhirnya memilih untuk menyerahkan diri kepada sebuah hari,

di mana kita akan saling tersenyum ketika tahu,

bahwa yang dicari telah ditemui.

Iklan

2 pemikiran pada “Mungkin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s