Yang Datang Pada Suatu Malam

-untuk setiap detik yang telah terlewati, dan setiap orang yang telah dijumpai-

Yang datang pada suatu malam,

mencoba mengingatkan tentang satu-satu ingatan;

tawa, sebuah penanda bahagia,

airmata, yang bukan hanya tentang berduka,

senyum, pelukan, dan jejak-jejak tak terhapuskan,

dalam fragmen-fragmen tak bergerak.

Di dalamnya, ada banyak hal yang tersampaikan,

tapi ada lebih banyak lagi yang tak bisa terkatakan.

Mungkin karena rasa tak bisa dibaca,

atau juga karena mereka tak bisa bicara,

atau karena kita—yang cuma tak bisa menerka-nerka.

Mencoba, pelan-pelan saja untuk mengingat,

yang terlewatkan oleh waktu dan dunia yang berputar terlalu cepat.

Hingga sebentuk senyum muncul, karena setitik rasa hangat.

Merasa, ini adalah sebuah penghiburan teristimewa,

untuk seseorang yang tak pernah ingin berubah,

meski yang lain telah jauh tak lagi tampak.

Bukannya ingin ditinggalkan,

tapi dia hanya menolak untuk melupakan.

Karena, bukankah kenangan yang terhapuskan itu rasanya menyakitkan?

Atau, apakah perlu sebuah permohonan agar semuanya tak jadi pudar—

menjauh, kabur, lalu perlahan menghilang?

 

-olehku, yang merindu masa lalu-

Iklan

4 pemikiran pada “Yang Datang Pada Suatu Malam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s