Untukmu, Lelakiku : Bagian Duapuluh

Malam ini, aku menyapamu untuk yang keduapuluh kalinya.

Duapuluh—seperti usiaku.

Usia di mana aku memulai segala hal tentang mempercayai keberadaanmu yang pasti.

Ketika aku menulis surat keduapuluh ini,

aku tahu bahwa aku sudah tak punya daya untuk meminta.

Pinta agar yang jauh didekatkan,

yang rindu ditenangkan,

yang samar dijelaskan,

yang redup dicerahkan,

dan yang cinta dipertemukan.

Segalanya, biar memberiku sendiri satu-satu jawabannya.

Tapi, aku masih memiliki semua waktuku untuk menunggu.

Tak sambil diam, tentu saja.

Karena aku ingat pernah bilang padamu bahwa konsep saling mencari agaknya akan lebih manusiawi jika diterapkan di sini.

Selama menunggu, aku akan merajut sendiri sayapku.

Untuk terbang, jauh ke cakrawala bersama mimpi-mimpiku.

Dan segebung cintaku untukmu.

Aku akan mengamati samudera dan menjelajahi rimbunnya hutan,

untuk kemudian mengintip ke balik gunung dan meneliti jejak di padang pasir,

hanya agar aku bisa mendapatkan sepotong saja petunjuk tentangmu.

Ah, dan agar aku bisa melakukannya sambil mewujudkan mimpi-mimpi terjauhku.

Aku menulis surat yang keduapuluh ini dengan menyisipkan sekeping harap,

bahwa ketika di suatu penghujung hari aku menjadi lelah dan tak mampu terbang lagi,

pada saat itu aku telah menemukanmu sedang berdiri di sana,

tersenyum kepadaku dan merentangkan kedua lenganmu untuk memelukku.

Karena dengan begitu aku akan tahu bahwa aku telah menemukan rumahku,

tempat di mana jutaan rasa yang meluap-luap nyaris tumpah bisa diredam hanya dengan dua bisikan kata :

“Aku pulang.”

 

 

Salam,

Wanitamu.

 

 

Iklan
Untukmu, Lelakiku : Bagian Duapuluh

6 pemikiran pada “Untukmu, Lelakiku : Bagian Duapuluh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s