Untukmu, Lelakiku : Bagian Enambelas

Kepada malam,

yang memberiku kesempatan untuk memikirkanmu,

aku berterimakasih.

Tak akan ada baris-baris ini jika tak ada dia yang mengantarmu ke dalam pikiran,

membawamu menyisip pelan-pelan serupa bayangan.

Aku sungguh berterimakasih kepadanya yang telah menyampaikan pemahaman akan keberadaanmu;

yang pasti, yang tak terbantahkan, yang hanya tinggal menunggu waktu untuk tiba kepadaku.

Aku berterimakasih atas senyum yang dihadiahkannya di wajahku karenamu—karena aku suka memikirkanmu.

Malamlah yang mengisyaratkan keindahanmu dalam pikiranku,

keindahan yang bahkan berada terlalu jauh dari jangkauanku.

Meskipun begitu, aku tetap merasa ini sudah lebih dari cukup, membayangkan kamu yang samar-samar.

Tak apa, walau sejenak datang dan sejenak hilang.

Tak apa, walau masih harus seperti ini lebih lama lagi.

Tak apa, walau kedengarannya ini terlalu naif—tapi aku baik-baik saja, sungguh.

Karena ketika malam berbisik padaku bahwa aku hanya harus bersabar sampai kau datang mengetuk pintu rumahku,

aku tahu dia benar,

dan aku mempercayainya.

Malam bilang kau masih berada di luar sana, terus berjalan menujuku dengan petunjuk-petunjuk yang diberikan Tuhan melaluinya.

Kalau begitu, kau pasti juga baik-baik saja, kan?

Sementara, biar begini saja dulu.

Biar aku memiliki malamku dan kau menikmati malam punyamu.

Biar aku dan kamu memandang potongan langit di atas kepala kita sendiri.

Biar kau berjalan ke arahku dan aku tetap di sini, menunggumu.

Biar waktu bermain-main di sela jarak di antara kita.

Biar dunia kita berputar, membawa kisah yang berganti-ganti dan mempertemukan kita dengan orang-orang yang lain lagi.

Biar saja semuanya berjalan seperti apa adanya,

karena toh takdir kita telah dituliskan olehNya.

Jadi, sekali lagi aku ingin mengucapkan terimakasih kepada malam,

yang kelak pasti akan menyatukan potongan langit penuh bintang-bintang dan berhias sebentuk bulan milik kita berdua,

selamanya.

 

Salam,

Wanitamu.

 

p.s : Kuharap kau selalu bahagia di tempatmu sebagaimana aku di tempatku πŸ™‚

Iklan

10 pemikiran pada “Untukmu, Lelakiku : Bagian Enambelas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s