Hanya Ingin Kamu

Title : Hanya Ingin Kamu

Author : Yuridista

Genre : Psycho-romance

Pairing : Kang Yuri-Jung Yunho

Rating : PG

BGM : Never Think-Robert Pattinson

Summary : Ketika diceritakan bahwa Yunho adalah setan pencabut nyawa yang luar biasa tampan dan Yuri adalah manusia biasa yang terjebak dalam kebutuhan irasional akan Yunho.

***

“Yunho-ya, please…” Aku memohon untuk kesekian kalinya.

“Tidak. Jangan memaksaku. Aku tidak akan melakukan apa pun yang kau inginkan,” kata Yunho tegas, tak sedikitpun berbalik untuk memandangku.

Aku maju selangkah mendekatinya. “Please, sekali ini saja. Tolong aku…” Aku berujar dengan suara bergetar menahan tangis. Aku butuh dia sekarang. Aku butuh dia untuk melihat mataku dan bergerak ke arahku dan memelukku. Aku butuh Yunho.

“Aku akan menyakitimu lagi. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi,” tukas Yunho seraya mengepalkan kedua tangannya di samping tubuhnya.

Aku menggeleng cepat-cepat, tak peduli meski dia tak melihatku. “Tak apa, Yunho-ya. Tak apa, aku akan baik-baik saja.”

“Pembohong. Kau berteriak kesakitan setiap kali aku menyentuhmu. Nafasmu tersengal-sengal setiap kali aku menciummu. Aku melukaimu, Yuri-ya. Kau bisa mati kapan saja kalau terus berada bersamaku. Tidakkah kau mengerti apa maksudku?” Yunho berkata dengan nada frustasi, kepalanya menggeleng berkali-kali dan keringat mulai menetes di lehernya.

Aku menelan ludah melihat pemandangan itu. Punggung Yunho adalah tempat paling nyaman untuk dipeluk. Aku menginginkan punggung itu sekarang. Aku menginginkan punggung itu dan pemiliknya dan harus mendapatkannya meski pada akhirnya aku harus mati malam ini juga.

Tubuhku bergetar semakin hebat. Air mata mulai menjatuhi kedua pipiku. “Yunho-ya, kau mencintaiku, kan?” bisikku dengan tangan terulur untuk menyentuh bahunya.

“Tentu saja aku mencintaimu!” Yunho benar-benar berteriak sekarang, meski dia masih menolak untuk berbalik dan memandangku langsung. “Aku mencintaimu makanya tidak mau melukaimu!”

“Yunho-ya…” Aku memohon lagi, lalu merasakan tubuhku terbakar ketika telapak tanganku menyentuh bahunya.

Yunho berjengit dan tiba-tiba sudah berada tiga meter jauhnya dariku. “Jangan sentuh aku atau kau akan mati Kang Yuri!” pekiknya emosi. Sepasang matanya yang berwarna kemerahan kini menatap tajam ke arahku, membuatku lumer karenanya.

“Yunho-ya, jebal… Jebal…” bisikku lagi di antara isakku yang semakin keras. Aku benar-benar menginginkannya malam ini. Dia telah membuatku tergila-gila. Suaranya, wajahnya, bibirnya, pelukannya… Aku mau semua itu sekarang juga. Aku tidak peduli kalau dia adalah setan jahat yang bisa membunuhku kapan saja. Aku benar-benar tidak peduli.

“Berhenti menangis!” tukas Yunho dengan mata menyala-nyala.

Tapi, air mataku malah jatuh semakin deras. “Yunho-ya…” Aku berujar, kemudian jatuh terduduk dengan nafas tersengal-sengal karena kebutuhan irasional akan sentuhan Yunho telah membuat rongga dadaku sesak dan ingin meledak.

Yunho ternganga, kemudian maju selangkah ke arahku, tapi langsung mundur lagi ketika tanganku terulur penuh damba kepadanya. “Brengsek,” umpat Yunho kesal ketika dia berusaha menguasai dirinya sendiri.

“Kemari, Yunho-ya. Please… Aku membutuhkanmu. Kumohon… Jebal…”Aku mengiba seraya mencengkeram bagian dadaku yang terasa sakit luar biasa. Kepalaku juga mulai pening sekarang, dan tubuhku rasanya tidak bisa digerakkan lagi barang seinchi pun. Kurasa, jika Yunho tidak segera mendekat dan mencium dan memelukku sekarang juga, aku bisa mati karena tak lagi punya daya.

“Sialan, Kang Yuri. Kenapa kau harus melakukan ini padaku?!” Aku mendengar Yunho berkata frustasi, kemudian dalam sekejap sudah meraupku ke dalam pelukannya.

“Cium aku,” pintaku, setengah mati menahan rasa panas yang menjalar ke seluruh tubuhku akibat sentuhan Yunho.

Yunho menggeleng kuat-kuat. “Tidak. Kau akan mati. Setan di dalam tubuhku akan membunuhmu.”

Sebelah tanganku terangkat untuk menarik kerah kemejanya. “Cium aku, Jung Yunho. Sekarang,” ucapku dengan seluruh kekuatan yang aku punya.

Yunho menelan ludah. Matanya menatap mataku dengan pandangan frustasi. Itu adalah dua detik terlama sebelum aku merasakan tangannya menangkup wajahku dan bibirnya menyentuh bibirku.

Manis. Lembut. Asin—karena rasa air mataku. Lalu panas, terlalu panas.

Aku membuka mata dan menyeringai di sela ciuman kami ketika merasa sudah tak kuat lagi. “Terimakasih, Jung Yunho. Aku mencintaimu.”

Setelahnya, jantungku tak berdetak lagi.

DING!

Iklan
Hanya Ingin Kamu

5 pemikiran pada “Hanya Ingin Kamu

  1. wowowow. makhluk apakah si yunho ini? kenapa dia bisa melompat tiga meter jauhnya dng sepersekian detik. didukung oleh penyanyi sontreknya, cihuy… yunho vampir ya?
    tapi saia suka deh idenya, cinta yang ingin melukai, tapi Kang Yuri sudah menempatkan cinta jadi candu. saia selalu suka ff kakak, dialognya gak sekedar lewat, tapi malah bikin sebuah flavor yang intens banget, terutama karena ini genrenya psycho/romance, kesan dark dan angstnya jadi ikut terasa πŸ˜€
    love it.

    1. ehm. sebenernya aku ga ngebayangin dia vampir sih pas nulis ini. kayaknya dia sebenernya manusia tapi di dalem tubuhnya itu kaya ada devilnya gitu deh *author pikun*
      hahahaha ini sebenernya kang yuri itu aku loh *ditoyor* dan emg pas ini aku lg gila2nya sama yun sampe bikin beginian -.-
      haduh bahasa kamu bikin melambung bener deh. kritis dan ga sekedar komen numpang lewat juga *ini serius*
      makasih banyaaaaaaaaaak πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s