Untukmu, Lelakiku : Bagian Empatbelas

Kamu : tanya.

Yang menawarkan diri sendiri sebagai jawabannya.

Melangkah di antara cerita pelukis luka,

lalu menghapusnya.

Semua.

Kamu : tanya.

Huruf demi huruf yang tak tereja.

Sebuah eksistensi tanpa nama.

Mendekat, tapi pelan saja,

sedikit terlalu lama.

Kamu : tanya.

Bersembunyi di satu sudut dunia.

Berselimutkan rahasia.

Memainkan jarak dalam irama,

mendendangkan rindu dalam nada.

Kamu : tanya.

Bertemu tak kunjung juga.

Tak mau segera bicara.

Tak mau tergesa-gesa.

Sulit diterka.

Kamu : tanya.

Berbayang dalam maya,

bersemburat dalam kata.

Berbisik tanpa suara,

berlari tanpa jeda.

Kamu : tanya.

Memunculkan dilema.

Mencuri rasa.

Menyisipi doa.

Memiliki yang teristimewa.

Kamu : tanya.

Awal dan akhir cerita.

Mula dan muara cinta.

Tak pernah meminta,

hanya memberi seutuhnya.

Kamu : tanya.

Menghilang sebentar saja,

lalu muncul kembali tiba-tiba.

Senang sekali menggoda,

tak habis-habis melakukannya.

Kamu : tanya.

Siklus yang berputar serupa bianglala.

Berdesing-desing di telinga.

Berderak-derak di rongga dada.

Merenggut segala.

Kamu : tanya.

yang diam, tapi ada.

yang samar, namun nyata.

yang entah sedang berada di mana,

menunggu waktunya tiba.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s