Memories

Title : Memories

Author : yuridista

Genre : Friendship

Casts : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun, Kim Junsu, Shim Changmin

Rating : G

BGM : Holding Back The Tears-DBSK

***

“Sini berikan piringmu, Junsu-ah. Biar aku ambilkan lagi nasinya,” Jaejoong berkata seraya mengulurkan tangannya ke arah Junsu untuk meminta piringnya.

Junsu tersenyum kemudian cepat-cepat mengulurkan piringnya kepada hyung tertuanya itu. “Ini, Hyung. Yang banyak, ya?” ujarnya.

“Hyung, sup ikan buatanmu selalu enak!” Changmin ikut menyahut dari sebelah kiri Jaejoong.

“Jangan menjilat, Minnie. Kami semua tahu kalau semua makanan yang masuk ke perutmu selalu kau bilang enak,” Yoochun menyela, lalu nyengir lebar ke arah magnae di seberangnya.

“Dengan kemampuan makanmu yang seperti monster begitu, aku sungguh heran kenapa badanmu hanya tumbuh ke atas. Ke mana kau buang semua lemakmu, Changmin-ah?” Junsu bertanya dengan ekspresi wajah yang kelihatan benar-benar serius.

Changmin berdecak kemudian memutar mata dari atas mangkuk supnya. “Aku sudah sangat terbiasa menanggapi orang-orang seperti kalian, Hyung. Terima saja kalau kalian tak akan bisa tumbuh lebih tinggi daripada aku,” balasnya, kemudian menjulurkan lidah ke arah Yoochun dan Junsu yang sedang terkikik-kikik mengejeknya.

“Ssst. Diam, anak-anak. Tak bisakah kalian mencontoh leader kita yang selalu makan tanpa banyak bicara?” tegur Jae seraya melempar pandangan memperingatkan kepada tiga dongsaengnya. “Coba lihat betapa tampannya dia,” tambahnya, kini menatap penuh sayang pada Yunho yang duduk di samping Changmin.

Yunho mendongak. Matanya bertemu pandang dengan mata Jaejoong. Kemudian dia menyunggingkan senyum separonya lalu berujar, “Terimakasih, Jaejoongie.”

Decakan keras terdengar dari sebelah kanan Jaejoong. “Demi Tuhan, apa kita tidak bisa melewatkan satu malam saja tanpa harus melihat YunJae moment di sekitar kita?” kata Yoochun, berusaha terdengar frustasi—tapi gagal karena sepasang matanya bersinar jahil.

Junsu dan Changmin tertawa, sementara Jaejoong menghadiahi Yoochun tinju pelan ke lengannya dan Yunho hanya tersenyum kalem seperti biasa.

“Kau, Park Yoochun, cepat habiskan makananmu atau aku akan menghukummu mencuci piring malam ini,” hardik Jae galak.

“Jae, aku mau samgyupsalnya, dong,” Yunho berkata manja.

Jae langsung berpaling ke arah sang leader dan buru-buru menyumpit seiiris samgyupsal untuk Yunho. “Kemari, Yunho-ya,” katanya lembut.

Yunho nyengir, kemudian mencondongkan tubuhnya ke arah Jaejoong untuk menerima suapan dari lelaki yang lebih tua darinya itu.

“Astagaaaaa,” Yoochun, Junsu, dan Changmin memprotes bersamaan. Kemudian tawa mereka berlima meledak.

***

“Hyung, bangun. Kita sudah sampai di dorm, Hyung. Ayo, bangun.” Changmin berbisik seraya menepuk-nepuk pelan bahu Yunho.

Yunho menggeliat di kursinya kemudian membuka matanya perlahan. “Sudah sampai, ya?” tanyanya dengan suara serak yang disusul tiga kuapan berturut-turut.

Changmin tersenyum kemudian mengangguk. “Sudah. Kau tidur nyenyak sekali, Hyung. Capek sekali, ya?”

“Tidak, kok. Kau pasti yang capek karena kebanyakkan berteriak-teriak di konser tadi,” ujar Yunho seraya merangkul bahu Changmin dengan sebelah tangannya.

Changmin nyengir. “Sedikit,” jawabnya.

Yunho tertawa. “Keluar, yuk. Kau pasti lapar. Mau kumasakkan apa malam ini?” kata Yunho seraya membimbing magnaenya keluar dari mobil mereka.

Changmin mengerucutkan bibirnya, tampak menimbang-nimbang. “Aku mau sup ikan!” pekiknya semangat.

Yunho tertegun, teringat mimpinya barusan. Mimpi tentang kelima anggota DBSK makan bersama di meja makan dorm mereka, dengan Changmin yang memuji sup ikan buatan Jaejoong, Junsu yang minta tambah nasi, Yoochun yang terlalu banyak tertawa, dan Jaejoong yang menyuapi samgyupsal untuknya…

“Hyung? Masak sup ikan, ya? Kau mau, kan?” tegur Changmin membuyarkan lamunannya.

Yunho mengerjap, menatap sebentar magnaenya yang tampak sangat kelelahan itu, kemudian lagi-lagi merangkulnya dengan sayang. “Tentu saja! Ayo kita makan sup ikan paling enak sedunia!” teriaknya seraya tersenyum sangat lebar.

DING!

Iklan

4 pemikiran pada “Memories

    1. muahahaha. kehidupan pemain sepak bola itu gitu2 melulu sih dek. jarang berdrama (menurutku). terus aku udah jarang nonton bola lagi, gegara chelsea udah gak kayak dulu lagi u,u *malah curhat*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s