Untukmu, Lelakiku : Bagian Sembilan

Tentangmu,

setiap kata adalah penantian dan tiap huruf penyusunnya adalah harapan.

Di antaranya, aku sedang mencoba untuk tetap terjaga tanpa kelelahan,

dan pada akhirnya memutuskan untuk berhenti menjadi bosan.

Satu kali, pemahaman mengatakan padaku bahwa kau aman dalam penjagaan Tuhan.

Kali yang lain, dia memberitahuku bahwa kalau tentangmu, tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Kau, yang akan jadi tempat berakhirnya pemberhentian,

aku kini mengerti bahwa tak mungkin ada permulaan tanpa dihiasi dengan penyelesaian.

Jadi, buat apa aku merindu dia yang bahkan bukan dirimu?

Dan buat apa aku memaksa rasa jika bukan kamu yang ada di depan mata?

Karena kita akan bertemu, makanya aku menunggu.

Karena takdir kita adalah kepastian, makanya aku bertahan.

Nantinya, aku tak ingin bersamamu sampai maut datang memisahkan.

Aku ingin bersamamu cukup selama apa pun Tuhan mengizinkan.

Karena di antara penciptaan kita dan kematian, selama itu lah kisah yang telah Dia tuliskan.

Kau, yang akan menjumpaiku tanpa pemberitahuan,

setiap langkahmu menujuku adalah pengharapan yang Dia kabulkan.

Jangan terburu-buru, berjalanlah pelan-pelan.

Dan temui aku pada suatu hari di mana tempat adalah orkestra dan waktu adalah nyanyian,

dan kita adalah satu dari jutaan kisah cinta yang bersua dalam keramaian.

Tentang mengapa kau yang diciptakan untukku dan aku yang diciptakan untukmu,

aku percaya bahwa itu karena Tuhan cukup tahu apa yang kita butuhkan

: satu sama lain—untuk saling menggenggam tangan dan berlari menuju kebahagiaan.

Salam,

Wanitamu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s