Too Perfect, But…

Title : Too Perfect, But…

Author : yuridista

Cast : Kim Jaejoong, Me

Genre : Gaje

Rating : G

p.s : cerita ini gaje. suer. dan saya minta maaf buat yunjae shipper dan fansnya jae yah. jujur, saya sendiri juga teler kalo ngeliat mukanya dia O.oa

p.s.s : saya tadinya bingung mau pasang fotonya siapa, tapi akhirnya saya memutuskan buat pasang fotonya si abang yang jadi rebutan. biat adil gitu ceritanya *liat2an sama jae*

***

“Kau memang sulit ditolak,” aku berkata, kemudian menyesap sekali kopi dalam cangkir di genggamanku.

Jae tersenyum mengejek. “Aku tidak pernah berharap bisa mendengar kata-kata semacam itu dari mulut wanita sepertimu.”

Aku mengerutkan hidung, tak suka dengan nadanya saat menyebutkan frasa wanita sepertimu. “Kau membenciku,” ujarku tajam.

“Aku membenci semua orang yang menjauhkan aku dari Yunho,” balasnya tak kalah sengit.

Aku tersenyum. “Yunho sudah memilihku. Kau hanya tak mau menerima kenyataan itu.”

Jae menyeringai seram sekarang. “Dia begitu karena dia pikir dia bisa balas dendam padaku. Dia hanya memanfaatkanmu. Kau harusnya cukup tahu diri untuk tidak berharap lebih,” tukasnya dingin.

“Kalau begitu, kenapa kau harus repot-repot menemuiku? Seseorang sepertimu harusnya tidak perlu merasa terancam olehku. Kau tinggal bilang pada Yunho bahwa kau mencintainya dan kalau dia memang masih mencintaimu, aku yakin dia akan langsung lari padamu tanpa menoleh sekalipun ke arahku.”

“Kenapa, sih, kau tetap bersikeras bahwa Yunho bisa menyukai wanita? Dia itu gay, idiot. Dia tidak mungkin mencintaimu,” Jae mendesis tak percaya.

“Yunho bukan gay. Dia hanya kebetulan pernah jatuh cinta padamu yang seorang lelaki. Dan seperti kataku tadi, kau memang sangat sulit ditolak, Jae.”

“Kau tahu itu, tapi kau tetap berlagak seolah kau bisa bersaing denganku.Aku bahkan masih jauh lebih cantik daripada kau.”

Aku tertawa. “Aku tidak sedang bersaing denganmu sekarang. Yunho yang datang padaku. Dia yang memilihku, tidak peduli apakah aku lebih cantik darimu atau justru sebaliknya.”

Jae membuang nafas keras-keras sebelum menyahut, “Kalau begitu, apa yang membuatmu yakin bahwa dia benar-benar mencintaimu dan sudah melupakanku? Apa yang membuatmu lebih baik dariku?”

Aku menatapnya, lama, sebelum menghela nafas dan berujar, “Karena aku adalah rumah baginya. Aku tidak akan pernah meninggalkannya.”

Setelah kalimat itu, Jae tak lagi membuka mulutnya.

 

DING!

Iklan
Too Perfect, But…

2 pemikiran pada “Too Perfect, But…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s