Satu Jawaban.

Dia, yang selalu membuatmu mencari di mana keberadaannya itu,

sebenarnya sejak awal kamu tidak ingin menemukannya.

Jangankan wajahnya, bayangannya pun kamu tak ingin melihatnya.

Tapi sialnya,

malah senyum mengejeknya yang kini ada di dalam kepalamu,

dan tawa canggungnya yang kini berdengung di telingamu.

Salah siapa ini, kalau begitu?

Karena kalau mau jujur,

kamu tak akan bisa menyalahkan dia.

Toh, bagaimana pun inginnya kamu melakukannya,

kamu tak akan mampu.

Soalnya kamu tahu, itu hanya akan membuatmu jadi semakin tidak waras karena dia.

Sebisa mungkin kamu menjauh, menjaga jarak darinya, cari aman istilahnya,

walau dorongan sinting untuk datang padanya jauh lebih menggoda.

Harga dirimu terlalu tinggi rupanya,

dan kamu memilih untuk bergelung dan menderita sendiri karenanya.

Sekarang, apa yang bisa kamu lakukan selain mengumpat pada apa-apa yang tak bersalah,

atau bahkan sama sekali tak ada hubungannya?

Karena ketika kamu memaksa mencarinya, kamu hanya akan sampai pada satu jawaban tak terelakkan.

Bahwa harusnya,

waktu diputar mundur dan satu hari itu dihapus saja.

Biar kamu dan dia tak perlu bertemu dari mulanya.

 

 

Iklan
Satu Jawaban.

2 pemikiran pada “Satu Jawaban.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s