Untukmu, Lelakiku : Bagian Lima

Kau tahu, aku ini pecinta yang payah.

Aku cinta hujan, tapi benci setengah mati bila dia turun terus-terusan.

Aku cinta ranjangku yang nyaman, tapi selalu menyalahkannya jika ia membuatku bangun kesiangan.

Aku cinta es krim rasa coklat, tapi menyesali jika setelah memakannya gigiku jadi berdenyut-denyut nyeri.

Aku cinta fiksi, tapi enggan jika pada akhirnya aku malah tenggelam di dalamnya.

Aku cinta anak-anak, tapi pusing kalau mereka mulai merengek-rengek tak ada hentinya.

Aku cinta jendela kamarku, tapi bosan kalau terlalu lama bertengger di atasnya.

Aku cinta kisah-kisah romantis, tapi selalu berisik jika alurnya tak sesuai apa mauku.

Aku cinta langit yang berwarna biru, tapi sering mengomel jika terangnya menyakiti mataku.

Aku cinta musik, tapi banyak mengkritik jika ada secuil saja nada yang tidak pas di telingaku.

Aku cinta puisi, tapi mengeluh jika baris-barisnya mulai tampak picisan.

Aku tahu, aku harusnya belajar mencintai tanpa banyak meminta.

Karenanya kau diciptakan juga ke dunia.

Untuk mengajariku bagaimana caranya mencinta;

tanpa kata, dalam sentuhan, dengan hati, tak bersyarat, dan selamanya.

Kelak, bersabarlah.

Untuk mencintai dan dicintai olehku setiap harinya.

Kumohon, jangan menyerah.

Sampai akhirnya aku bisa menyebut diriku pecinta paling hebat sedunia.

 

Salam,

Wanitamu.

 

Iklan
Untukmu, Lelakiku : Bagian Lima

2 pemikiran pada “Untukmu, Lelakiku : Bagian Lima

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s