Untukmu, Lelakiku : Bagian Empat

Kita mungkin telah bertemu, tapi sama-sama tidak tahu.

Kau mungkin yang duduk di sampingku di toko buku sambil membaca komik favoritmu sebulan yang lalu.

Kau mungkin yang mengantre di depanku di kedai eskrim langgananku tempo hari itu.

Kau mungkin yang nyaris menabrakku di peron stasiun sewaktu kau berlari mengejar keretamu.

Kau mungkin yang selalu duduk di bangku taman dan sibuk menggoresi buku sketsamu setiap kali aku berjalan-jalan bersama teman-temanku.

Kau mungkin yang sama-sama meminjam film Serendipity sepertiku di rental DVD dekat rumahku.

Kau mungkin yang pernah menyalip aku di tikungan kedua setelah lampu merah di ujung jalan kemarin dulu.

Kau mungkin yang memanggul ransel besarmu saat kita berpapasan di jalanan sempit Malioboro waktu itu.

Kau mungkin yang berdiri di hadapanku saat kita berdesakkan di busway pada jam delapan malam itu.

Kau mungkin yang tertawa paling keras di belakangku ketika film Breaking Dawn memutar adegan Jacob Black sedang melucu.

Kau mungkin yang membantuku menyeberang jalan ketika aku sedang terburu-buru pagi itu.

Ya, kau mungkin salah satu dari mereka, hanya saja kita tak sempat bersua, apalagi bicara berdua.

Kau ada, tapi terlalu sebentar hingga aku tak sempat merasa.

Lain kali, jangan kemana-mana. Tetaplah di sana, dan tunggu aku datang menyapa.

Salam,

Wanitamu.

Iklan
Untukmu, Lelakiku : Bagian Empat

4 pemikiran pada “Untukmu, Lelakiku : Bagian Empat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s