Pasti Ada Yang Salah.

Separuh dirimu terdiri atas pujian, dan separuhnya lagi pengakuan.

Kau punya bakat alami untuk disukai dan menjadi pusat perhatian.

Senyummu lebar dan hangat, samasekali tidak ada kepura-puraan.

Kau menepuk bahu temanmu ketika mereka butuh penyemangat,

dan mereka menyebutmu sebagai sebenar-benarnya sahabat.

Kau benci merasa sepi, karena yang kau miliki terlihat di keramaian;

karena di sana, kau mendapatkan apa yang kau inginkan.

Kau dicintai banyak sekali orang,

dan cinta yang berjatuhan itu samasekali tidak membuatmu keberatan.

Kau menguasai teknik-teknik pendekatan,

dan semuanya kau gunakan untuk membuat orang lain nyaman.

Singkatnya, kalau kau dan orang-orang di sekitarmu serupa sistem tata surya,

maka kau lah mataharinya; pusat dari segala yang ada.

Kalau kau tak ada, setiap hal juga akan kehilangan eksistensinya.

Kalau kau tak ada, setiap hal juga akan memudar keberadaannya.

Kalau tak ada, setiap hal juga akan mati, tentu saja.

Seharusnya, sih, begitu adanya.

Tapi rupanya ada satu yang nekat membangkang.

Dia mengganggu sistemmu yang sudah sempurna.

Tak seperti yang lain, yang selalu memberimu dengan senang hati apa yang mereka punya,

dia memilih untuk berlagak jual mahal dan memainkan adegan menjauh-dan-mendekat sesuka hatinya.

Dia bertingkah seolah dia bisa hidup jauh lebih baik tanpamu,

hingga dia tak perlu berada di sekelilingmu, seperti yang lainnya.

Dia menolak pesonamu, dan itu membuatmu tak menyukainya.

Dia satu-satunya orang yang tidak membalas senyummu, dan itu sangat menjengkelkanmu.

Dia, orang itu, serupa planet kecil menyebalkan yang tidak bisa diatur dan sangat kurang ajar.

Dan sikap sok dingin dan sok tak tersentuh yang ditunjukkannya padamu itu justru membuatmu ingin segera menyeret dan menelannya bulat-bulat;

ya, separah itu rasanya.

Kau berpikir, memangnya dia siapa?

Berani-beraninya menodai sedikit saja keabsahan pesonamu atas dunia?

Kau membencinya, itu sudah tidak perlu dipertanyakan.

Karena kalau dia tak berhenti bertingkah seolah dia bisa menyaingi terangnya sinarmu dan mencoba menjadi matahari juga,

seharusnya ada yang salah dengannya. Dengan otaknya. Atau cara berpikirnya. Atau proses penciptaannya.

Ah, tidak. Kau yakin, sudah pasti ada yang salah dengannya.

Iklan
Pasti Ada Yang Salah.

2 pemikiran pada “Pasti Ada Yang Salah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s