Untukmu, Lelakiku : Bagian Tiga

Sebenarnya, menemukan cinta itu gampang saja.

Cinta melumuri tatapan mata suami yang jatuh hati setiap hari pada istrinya.

Cinta tumpah ruah di dalam hati seorang anak untuk kedua orangtuanya.

Cinta membungkus genggaman tangan kakak pada adiknya.

Cinta meniupkan nyawa kepada orang-orang yang percaya kepada Tuhannya.

Cinta menghangatkan pelukan ibu untuk anaknya.

Cinta membunuh lelah dan merenggut bosan untuk setiap manusia kepada pekerjaannya.

Cinta menyisip di setiap kata-kata penyair dalam puisinya.

Cintalah yang menautkan pertemuan dan meringankan perpisahan.

Dan kalau kau menengok ke dalam tulisanku, ada cinta berceceran di mana-mana.

Aku melihat cinta di tengah padang rumput, di tepian sungai, di pinggir hutan karet, di antara pasir pantai, di kedalaman lautan, di terangnya langit, di pekatnya malam, di puncak gunung, dan di setiap rumah yang penuh tawa.

Aku merasai cinta dalam sentuhan, tepukan di bahu, usapan di kepala, bulir-bulir air mata, seulas senyum, sebentuk tawa, eratnya genggaman tangan, tulusnya ucapan penyemangat, meronanya keduabelah pipi, dan kerasnya debaran jantung.

Jadi, kau lihat, kan, aku tak bohong waktu bilang bahwa menemukan cinta itu gampang saja.

Karena yang sebenarnya sulit adalah menemukanmu, yang mungkin sudah berpindah lagi tempat persembunyiannya.

Salam,

Wanitamu.

Iklan
Untukmu, Lelakiku : Bagian Tiga

10 pemikiran pada “Untukmu, Lelakiku : Bagian Tiga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s