Rumah Tanpa Jendela

Jakarta, Desember 2011

Waktu aku menyetir mobilku melewati jalanan yang cukup lengang untuk ukuran kota Jakarta di malam hari, aku ingat padamu. Aku ingat pada kata-kata penyemangatmu yang manis, pada argumen-argumen konyolmu waktu kita berdebat, pada pujianmu yang tersirat, pada sikapmu yang seperti roller coaster, pada kebiasaanmu yang aneh, pada ucapanmu yang membingungkan, pada hal-hal favoritmu yang menyenangkan, dan pada segala keambiguan dan ketidakpastian yang kau petakan untukku. Belum-belum aku sudah rindu pada semua itu, dan aku tidak menyukai fakta menjengkelkan ini.

Lanjutkan membaca “Rumah Tanpa Jendela”

Rumah Tanpa Jendela

Perempuan Kedua

note : kalau kamu suka nonton drama korea nih, kan biasanya ada yang jadi cewek yang suka sama pemeran utama cowok tapi nggak berbalas tuh. jadi kesannya dia tuh cuma jadi pengganggu hubungan antara pemeran utama cewek sama pemeran utama cowoknya. aku sih nyebutnya second girl, alias cewek yang kedua. biasanya sih itu cewek cantik tapi tingkahnya nyebelin nggak karuan. tapi sebenernya kadang-kadang si second girl ini justru jadi pemeran yang paling manusiawi dalam drama korea itu. nggak tau kenapa, tapi setelah nonton brilliant legacy aku jadi bisa sedikit bersimpati sama yang namanya second girl, dan akhirnya jadi deh puisi di bawah ini. so, puisi ini aku dedikasikan buat yoo seung mi dan temen-temennya yang apesnya dapet kisah hidup kayak dia, semoga kalian semua menemukan apa yang menjadi takdir kalian yaa 🙂

Lanjutkan membaca “Perempuan Kedua”

Perempuan Kedua