[#15HariNgeblogFF] Sah!

Aku menatap lelaki yang duduk cukup jauh dariku dengan pandangan sedih. Benarkah itu dia, lelaki yang selama lima tahun ini aku cintai dan mencintaiku? Benarkah dia ayah dari anak-anak kami yang setengah mati aku sayangi? Benarkah dia yang dulu pernah bilang akan selalu merindukanku, meski waktu meningkahi usia dan masa mudaku? Benarkah dia yang dengan berani mencium bibirku di atas panggung pertunjukkan, ketika pertama kali mengaku cinta padaku? Benarkah itu dia? Karena jika ya adalah jawabannya, aku tidak habis pikir kenapa kami berdua harus duduk di sini, di ruang pengadilan ini, dan repot-repot menunggu hakim di hadapan kami membacakan sidang perceraian kami? Ini tidak masuk akal, benar, kan?

“Baiklah,” suara hakim menggema di telingaku, memberiku sensasi tidak nyaman di area jantung dan perutku,”setelah mengingat dan menimbang bahwa kedua belah pihak tidak dapat dipersatukan kembali, maka perceraian antara Nyonya Allison Brown dan Tuan Joshua Cassidy dinyatakan sah!”

Lalu semuanya terjadi begitu cepat. Pandanganku mengabur oleh airmata ketika melihat Josh tersenyum berterimakasih padaku. Kepalaku pusing ketika kalimat putusan hakim memenuhi sudut-sudut otakku, bergema terus-menerus seperti kaset rusak. Tubuhku lemas. Aku menangis. Segalanya menjadi gelap.

***

“Al, bangun, Sayang. Ada apa denganmu. Hei. Al?” Suara Josh terdengar sangat jauh ketika aku merasa sekelilingku masih gelap. Perlahan aku membuka mataku, mengerjap beberapa kali, dan menemukan diriku sendiri tengah berbaring di ranjang kamarku, merasa tubuhku lengket oleh keringat dan wajahku basah oleh air mata.

Aku berpaling ke samping dan perasaan lega membanjiriku seketika ketika melihat Josh ada di sana, sedang menatapku dengan tampang khawatir bercampur penasaran. “Aku kenapa?” gumamku, berusaha bangun dari posisi berbaringku untuk bersandar di kepala ranjang.

Josh menggeleng. “Kau mengigau tentang aku, anak-anak, dan sidang perceraian. Lalu kau menangis dan berguling-guling dalam tidurmu. Aku ketakutan, jadi berusaha membangunkanmu,” katanya.

Aku mengusap wajahku. “Aku mimpi buruk. Kita bercerai. Lalu aku menangis dan pingsan. Itu mengerikan,” kisahku, bergidik ketika bayangan sidang perceraian dan putusan hakim itu kembali melintas dalam kepalaku.

Josh meringis, kemudian bergeser untuk memelukku. “Kurasa itu pasti gara-gara script film terbarumu, Sayang. Kau berperan jadi istri yang rumah tangganya nyaris hancur, kan?” ujarnya kemudian.

Aku refleks melirik script film terbaruku yang tergeletak di nakas di samping ranjangku. Script film berjudul A Broken Promise. “Well, mungkin aku sudah salah memilih peran,” aku berkata pelan, kembali menyusupkan kepalaku ke dalam pelukan suamiku.

Josh tertawa. “Tidak, tidak. Jangan berlebihan. Kau akan bagus dalam film itu, percayalah padaku. Hanya saja, sebaiknya kau mulai belajar mengingat bahwa aku sangat mencintaimu dan akan selalu begitu. Itu tidak sulit, kan?”

Aku tersenyum di dadanya. “Akan kuusahakan dengan sungguh-sungguh. Tapi jujur saja, aku masih mengantuk,” aku berkata, disusul dengan datangnya kuapan-kuapan entah darimana.

“Tidurlah di pelukanku. Aku jamin kau tidak akan mimpi buruk lagi. Oke?” sahut Josh, mendekapku lebih erat lagi.

Aku mengangguk. “Oke. Trims, Sayang,” bisikku, kemudian kembali memejamkan mata.

p.s :

hiks. last writing for #15HariNgeblogFF TT sediiiih. cuma bisa ngasih sebaik yang aku bisa buat pembaca dan diriku sendiri. semoga semuanya terhibur. thanks buat yang udah mau mampir ke blogku, baca tulisanku, dan ninggalin jejak. thanks juga buat mbak wangi dan mas momo yang udah jadi admin paling kece sedunia *uhuk* see you in next project, gals 😀

kecup basah,

puput :*

Iklan

2 pemikiran pada “[#15HariNgeblogFF] Sah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s