[#15HariNgeblogFF] Menikahlah Denganku…

“Menikahlah denganku,” Pria di hadapanku berkata, pelan namun mantap.

Oh, tidak, aku membatin, jangan sekarang. Jangan sekarang dan jangan memandangiku dengan sepasang mata coklat keemasan itu. Dan, Demi Tuhan, jangan memintaku untuk menikah denganmu!

Aku menelan ludah, susah payah berusaha mengaliri tenggorokanku dengan cairan hanya agar aku bisa menemukan di mana suaraku berada. “Tapi aku—” Akhirnya aku bisa bicara, meski terbata-bata.

“Aku tahu ini sulit bagimu, dan bagiku juga. Tapi siapa yang bisa mengusir rasa, Elizabeth? Katakan padaku, kalau kita saling cinta, siapa yang punya daya untuk meredamnya?” Dia menukas, tangannya meremas jemariku kuat-kuat, seolah sedang berusaha meyakinkanku bahwa kami akan baik-baik saja jika bersama.

Aku menatapnya, mencari setitik keraguan di sana, berharap dia tidak sesungguh-sungguh itu memintaku menikah dengannya, hanya agar aku tidak perlu merasa bersalah karena telah memiliki ketidakyakinan ini… Tapi sial. Rupanya dia memang tidak sedang bercanda.

“Elizabeth, jawab aku. Kau mau, kan, menikah denganku?” Dia mengulangi pertanyaannya.

Aku menghela nafas, diam lama, kemudian, “Baiklah. Aku mau. Aku mau karena aku percaya padamu. Kita pasti akan baik-baik saja,” jawabku, balas meremas tangannya.

Dia tersenyum, kemudian senyum itu berubah menjadi seringaian lebar. “Well, sepertinya dialog yang ini sudah berhasil kita atasi, Al. Aku yakin penampilan kita besok pasti akan menakjubkan,” katanya, terdengar berpuas diri.

Aku membuang nafas dengan berlebihan. “Aku sangat bersyukur kau tidak tertawa lagi saat mengucapkan kalimat ‘menikahlah denganku’ seperti kemarin-kemarin. Dan ngomong-ngomong, tatapanmu tadi oke juga,” sahutku seraya menepuk bahunya.

Dia tergelak. “Hati-hati, Al. Jangan sampai kau akhirnya benar-benar jatuh cinta padaku,” bisiknya menggodaku, yang kubalas dengan melayangkan jitakan keras ke kepalanya.

***

“Menikahlah denganku.” Lagi, malam ini, aku harus menghadapi suara dan tatapan yang sama seperti sebulan terakhir ini. Hanya saja, kali ini aku dan lelaki yang berdiri di hadapanku ini sedang benar-benar memainkan adegan lamaran dalam drama Pride and Prejudice yang kami mainkan.

“Tapi aku—”

Josh meraih tanganku, menjelma menjadi Mr. Darcy yang meraih tangan Elizabethnya. “Aku tahu ini sulit bagimu, dan bagiku juga. Tapi siapa yang bisa mengusir rasa, Elizabeth? Katakan padaku, kalau kita saling cinta, siapa yang punya daya untuk meredamnya?”

Aku mengerjap, menatap matanya lama-lama, sengaja membiarkan bagian diriku yang selama ini sudah diam-diam jatuh cinta padanya merasakan sedikit kesenangan personal terakhirnya sebelum pertunjukkan ini berakhir dan kami berdua bukan lagi Mr.Darcy dan Elizabeth, melainkan hanya dua teman biasa bernama Josh dan Allison.

“Elizabeth, jawab aku. Kau mau, kan, menikah denganku?” Dia mengulangi pertanyaannya dengan sempurna.

“Baiklah. Aku mau. Aku mau karena aku percaya padamu. Kita pasti akan baik-baik saja,” aku akhirnya berkata, setengah tidak rela karena telah mengakhiri pertunjukkan ini.

Tapi entah bagaimana, Josh sudah merengkuh wajahku dengan tangannya. Dan dia menciumku. Dalam dan lama. Aku memejamkan mataku dan berteriak tanpa suara, hei, bukankah ini tidak ada dalam script?

“Terimakasih. Aku mencintaimu…Al,” bisiknya di telingaku saat dia telah melepaskan bibirnya dari bibirku.

Aku tersenyum dengan mata berkaca-kaca. Well, kurasa aku bisa menjadi Elizabeth-Allison-Bennet untuk Mr-Josh-Darcy jauh lebih lama dari yang aku kira.

Iklan

6 pemikiran pada “[#15HariNgeblogFF] Menikahlah Denganku…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s