[#15Hari NgeblogFF] Inilah Aku, Tanpamu.

“Araya—sudah nggak ada, Mi.”

Ucapan itu selalu terngiang-ngiang di telingaku bahkan hingga hari ini—hari yang sama dengan ketika kau pergi dariku, tanpa kata, tanpa ucapan selamat tinggal. Inilah aku, tanpamu, Araya. Memiliki ketiadaan, kehilangan dunianya. Kau pergi membawa banyak hal dariku, Araya. Ada sekotak penuh cinta, kenangan, impian, harapan, dan keinginan untuk bertahan hidup yang kau ambil dariku. Dan hatiku, apakah kau tahu bahwa sejak kepergianmu ada luka baru di sana—yang berdenyut sakit setiap kali aku mengingatmu?

***

“Mi, besok kita ke makam, ya? Ini setahunannya, Raya, kan?” Ibu bertanya padaku saat makam malam.

Aku mengangguk, susah payah menelan makananku karena tiba-tiba saja aku merasa ingin menangis. “Iya, Bu. Besok kita pergi, ya?” ujarku, tersenyum tipis pada ibuku.

“Kamu—udah nggak apa-apa, kan, Nak?” Ayahku menimpali, raut wajahnya tampak khawatir saat menatapku.

Aku balik menatapnya dan kembali memberi senyum tipis yang sama padanya. “Simmi baik-baik saja, Ayah,” jawabku, diam-diam menambahkan dalam hati, tapi Simmi bohong, Ayah, Ibu...

***

Pagi ini aku sengaja berdandan cantik untukmu, Araya. Aku memoles blush-on di atas bedakku dan mengenakan lipstik warna merah jambu kesukaanmu. Alisku kucabut rapi dan kuhias mataku dengan eyeliner dan maskara. Aku juga sengaja mengenakan gaun hitam berenda yang kau belikan untukku sebagai hadiah ulangtahunku yang keduapuluh tiga, dua tahun lalu. Ingatkah kau pernah memujiku cantik karena aku memakai gaun ini, Araya? Aku rindu pujianmu itu, Sayang,Ā  jadi hari ini aku akan datang padamu secantik yang aku bisa…

***

“Mi, kamu udah siap belum, Nak?” Ibu bertanya seraya mengetuk pintu kamar Simmi, tapi tak ada jawaban. Lima kali mengetuk, akhirnya dibukanya pintu kamar putrinya itu hanya untuk menemukannya sudah tak bernyawa dengan darah mengucur dari pergelangan tangannya.

Ibunya pingsan.

***

Araya, jika aku punya satu hari lebih lama untuk aku habiskan tanpamu, itu sama saja dengan aku hidup dalam ketidakbernyawaan. Karenanya, bukankah akan lebih baik kalau aku mati sekalian saja untuk bertemu denganmu pada akhirnya?

Iklan
[#15Hari NgeblogFF] Inilah Aku, Tanpamu.

6 pemikiran pada “[#15Hari NgeblogFF] Inilah Aku, Tanpamu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s