[#15HariNgeblogFF] Kamu Manis, Kataku.

Aku mengamati cincin emas putih yang menghiasi jari manis tangan kiriku dengan perasaan takjub. Cincin itu indah, dan mengingat itu adalah cincin pertama yang menghiasi jemariku, aku cukup terkejut mengetahui betapa sempurnanya kombinasi antara jemariku dengannya.

“Kau menyukainya?” Seseorang bertanya padaku. Aku mendongak, dan menemukan wajah di hadapanku sedang menatap was-was ke arahku.

Aku memberinya senyum menenangkan. “Tentu saja. Tidak ada yang lebih sempurna dari ini, Cass,” jawabku tulus.

Wajah Cass langsung sumringah mendengar pujianku. Semburat merah menghiasi pipinya, membuatnya tampak seperti bocah laki-laki yang kegirangan karena dibelikan bola sepak oleh ayahnya. Aku tertawa kecil. Kamu manis, kataku. Tapi cuma dalam hati. Takut ada yang mendengar nanti.

“Kenapa tertawa?” tanyanya, wajahnya berubah curiga lagi saat melihatku cengar-cengir menatapnya.

Aku menggeleng. “Bukan apa-apa, Cass. Hanya saja, aku terlalu bahagia.”

“Well, benarkah? Jadi, apa kita bisa membicarakan gedung dan cateringnya sekarang? Maksudku, bukannya aku terburu-buru, sih, hanya saja—”

“Stop.” Aku mengangkat tangan untuk menyelanya. “Jangan membuatku memikirkan itu dulu. Aku butuh menikmati ini sebentar lagi, my boy,” ujarku, mengangkat tangan kiriku untuk menunjukkan cincin yang dipasangkannya, “kau tidak keberatan, kan?”

Cass cemberut. “Yeah, yeah, aku tahu. Kau memang harus selalu punya me time-mu sendiri sejak dulu,” sindirnya sok ngambek.

Aku tertawa. “Tapi bukankah justru karena itu kau memilihku, Cass?” godaku.

Dia hanya menjurkan lidahnya untuk membalasku. Aku tertawa lebih keras kali ini, tapi sesuatu di balik bahu Cass langsung membuatku berhenti tertawa seketika. Aku mengerjapkan mataku, susah payah meyakinkan diri sendiri bahwa pemandangan yang aku lihat kali ini bukan hanya delusiku saja. Soalnya, wanita yang sedang berjalan ke arah kami—aku dan Cass—sambil bergelayut manja pada seorang lelaki itu, kan…

Aku menelan ludah, kemudian mengalihkan pandangan pada Cass yang sedang menatapku penuh tanda tanya. “Hei, dude. Katakan aku salah lihat tapi bukankah itu…kekasihmu Jessica?”

Mata Cass melebar, dan secepat kilat dia berbalik mengikuti arah pandangku. “Oh, fuck,” umpatnya.

Aku mendesah dan menatapnya prihatin. Aku turut berduka, Cass, my bestfriend. Tapi sepertinya cincin di jariku ini tidak akan pernah sempat menjumpai pemilik sahnya.

Iklan

6 pemikiran pada “[#15HariNgeblogFF] Kamu Manis, Kataku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s