It Will Rain

Title : It Will Rain

Author : Yuridista

Genre : romance, angst, yaoi

Casts : Kim Jaejoong, Jung Yunho, Park Yoochun

Rating : All Ages, PG

BGM : It Will Rain-Bruno Mars

***

If you ever leave me, baby

Leave some morphines at my door

Cause it would take a whole lot of medication

To realize what we used to have

We don’t have it anymore…

Kim Jaejoong

Pukul setengah duabelas malam di sini, hari Sabtu, dan aku tidak sedang mengerjakan apa-apa selain memandangi wajahmu. Kau selalu sempurna, semakin sempurna setiap harinya. Dan memandangimu dengan cara seperti ini membuatku rasanya ingin bunuh diri saja. Aku merindukanmu, Jung Yunho. Tidak bisakah kau merasakannya?

“Hyung.” Aku menoleh, dan mendapati Yoochun sudah berdiri di ambang pintu kamarku. Wajahnya kusut, dan aku tahu dia kemari hanya untuk menyuruhku mematikan televisi dan tidur, mengakhiri ritual akhir pekanku bersamamu.

“Tidurlah, Yoochun-ah.” Aku berkata pelan, tersenyum selembut mungkin padanya, kemudian kembali menghadapi wajahmu di hadapanku.

“Kau tidak boleh seperti ini terus, Hyung. Itu akan menyiksa dirimu sendiri.” Lagi, untuk yang entah keberapa juta kalinya, Yoochun mengatakan hal-hal membosankan itu. Tidak boleh melihatmu, tidak boleh mendengar suaramu, tidak boleh mencari tahu apa yang terjadi padamu, tidak boleh memikirkanmu, tidak boleh mencintaimu… Siapapun, terlebih Yoochun dan Junsu, tahu bahwa justru itulah yang akan lebih menyiksaku seumur hidup.

“Tidurlah, ini sudah larut.” Aku mengulangi kata-kataku, memilih untuk mengabaikan Yoochun seperti biasa.

“Hyung, jebal—” Yoochun memaksa. Wajahnya muram sekarang.

Aku menggeleng. “Tidak, Yoochun. Kalau tentang dia, aku tidak akan pernah bisa berhenti. Ini,” aku menunjuk layar televisi yang kini sedang menayangkan gambar close-up wajahmu, ” adalah satu-satunya cara untuk membuatku tetap waras.”

“Tapi ini menyakitiku dan Junsu. Kami benci melihatmu seperti ini, Hyung. Dia mengkhianati kita, mengkhianatimu. Kenapa kau masih saja tidak bisa membuka matamu?” tuntut Yoochun, memulai lagi perdebatan yang tidak pernah bisa dimenangkannya.

Aku menyeringai. “Kalau kau bilang aku tidak bisa membuka mata, lihat sekarang aku ada di mana, bersama siapa. Aku meninggalkannya dan pergi bersama kalian, ingat?”

Yoochun tidak menjawab. Dia hanya bergantian menatapku dan layar televisi di hadapanku dengan pandangan sedih selama beberapa saat sebelum berujar, “Kau sangat mencintainya, ya?”

Aku tertawa pahit. “Sayangnya iya. Maafkan aku, Yoochun-ah. Maaf, tapi ini masalah yang bahkan aku sendiri tidak bisa menyelesaikannya.”

Yoochun menghela nafas kemudian mengangguk sekali. “Kuharap kau akan baik-baik saja, Hyung. Kau tahu aku mengatakan semua ini karena aku menyayangimu.”

“Aku tahu, Yoochun-ah. Terimakasih,” balasku, memberinya senyuman paling lebar sebelum dia mundur dan menutup kembali pintu kamarku.

***

Jung Yunho

Setiap kali saat-saat seperti ini tiba, aku selalu merasa ada yang sangat salah dengan cara otakku bekerja. Setiap kali aku ingin beristirahat, mencoba mengabaikan Changmin yang belakangan ini tampak semakin mengkhawatirkan dengan tubuhnya yang kurus dan matanya yang cekung, atau hanya ingin menikmati obrolan ringan di telepon dengan Go Ara, otakku selalu saja memutar gambar-gambar wajahnya, berulang-berulang, seolah memang hanya itu satu-satunya hal yang bisa dikerjakannya. Aku muak, sebenarnya. Aku muak menjadi frustasi atas perasaan tidak terkendali ini. Aku terlalu terbiasa mengendalikan diri dengan sangat baik, jadi aku benci kehilangan kemampuan itu kalau sudah menyangkut dirinya.

Perasaan ini, mencintai terlalu besar dan membenci terlalu dalam di saat yang bersamaan, perlahan-lahan kurasakan semakin mengikis esensi kewarasanku sebagai seorang manusia. Bagaimana hujan selalu membuatku ingat saat-saat kami menikmati teh dari cangkir yang sama sambil menatap jendela yang kacanya berembun, atau bagaimana kombinasi antara langit yang berwarna biru cerah dan jalanan yang berdebu membawaku pada kenangan ketika aku dan dia melakukan perjalanan diam-diam ke pinggiran kota, atau bagaimana tawa Changmin menyeretku pada tatapan sayang orang itu pada maknae kami, atau bagaimana ranjangku menarikku dalam detail sentuhannya di tubuhku, itu semua membuatku merasa cepat atau lambat aku akan menjadi gila tanpa aku menyadarinya.

Aku menghela nafas, tidak tahu harus bagaimana menghadapi ini semua ketika aku musti berpura-pura tidak lagi peduli padanya di hadapan Changmin dan orang-orang di sekeliling kami. Aku tidak bisa bicara pada siapapun, apalagi pada Changmin, ketika aku tahu bahwa menyebut nama orang itu hanya akan membuatku melihat luka itu di mata maknae kesayanganku, adik tercintaku.

Lalu dengan cara apa aku bisa membunuh perasaan ini, hah? Bagaimana caranya membenci dia sepenuhnya kalau yang sebenarnya ingin aku lakukan adalah memungut kembali kepingan-kepingan yang sudah hancur berantakkan di antara kami?

Tapi paling tidak aku masih bisa mengingat namaku, kan? Ya, walaupun aku bisa dibilang tiga perempat gila, tapi aku masih bisa menipu semua orang bahwa aku cukup baik-baik saja untuk menjadi leader DBSK dan menjaga Changmin.

Well, untuk jaga-jaga saja, kalau aku tidak bisa menjadi sewaras ini sampai beberapa tahun ke depan nanti, bisakah aku meminta ganti otak dan hati baru? Otak dan hati yang berfungsi dengan benar, tentu saja. Otak yang tidak ada Kim Jaejoongnya di dalamnya dan hati yang tidak pernah mencintai Kim Jaejoong seumur hidupnya. Bisakah?

Cause there’ll be no sunlight

If I lose you, baby

There’ll be no clear skies

If I lose you, baby

Just like the clouds

My eyes will do the same

If you walk away

Everyday it will rain

rain, rain, rain . . .

DING!

Iklan

6 pemikiran pada “It Will Rain

  1. stlh td chingu mampir di grup ff yunjae, aq langsung main ke sini.
    Wah angstnyaaaaaaaaaa bikin mewekkk dehhhh, aq baca sambil dengerin dbsk-android.
    Huh, pengen nangis, musiknya berisik, tp vokalnya cuma 2, gak ada jj di part awal lagu, gak ada xiah di reffrain, bahkan yunho pun nge rap ga ditemani yoochun lg T_T
    Passs deh bikin mewek, sumpah šŸ˜„

    1. halo! kamukah yg juga komenin postingan aku di grup ff yunjae?
      salam kenal ya šŸ™‚
      hehehe. ini tulisan pertamaku soal DBSK berlima loh. mian kalo masih kacau u.u
      komenan kamu juga bikin sedih euy. jadi keinget lagi sama mereka berlima pas masih bareng2 :((
      anw, thanks berat yaa udah main ke sini dan komenin tulisan aku šŸ™‚

  2. Walopun aku bukan Yunjae Shipper, tp emg hubungan 2 orang itu terkesan sweet bgd.

    Tp aku ngikik loh waktu Yun bilang dia mengkhawatirkan Changmin yg tmbh kurus. Wkwkwk, Si Evil Pembersih Kulkas mah ga usah dikasihani

    Nice ff, cara penuturannya suka.
    Aaa, belakangan nemu author2 jago banyak, jd bingung mau baca yg mana dulu. Kapan2 mampir lg ya aku šŸ˜€

    1. ehehe saking sweetnya sampe bikin nyesek yaa :pp
      kkk~~~ abis ironis bgt tuh siapa yg doyan ngulkas siapa yg gembulan *puk puk yun*
      terimakasih banyaaaak šŸ™‚
      ditunggu kunjungan selanjutnya dan maaf krn saya belum sempet main ke tempat kamu u.u

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s