Bahagia :)

Tek…tek..tek…

“Lagi nulis apa, sih?” Suara itu langsung membuat gerakan jari-jariku di atas keyboard laptop terhenti. Aku menoleh ke arahnya dan tersenyum saat mendapatinya sedang menatap tak suka ke arah layar laptopku, merasa diacuhkan.

“Just something,” jawabku sambil mengangkat bahu.

“Apa? Puisi? Cerpen? Ngeblog?” tanyanya, terdengar agak menuntut sekarang.

Aku tertawa. “Cuma iseng, Ganteng. Kamu, kan, tahu aku selalu begini kalau lagi stuck.”

“Tapi, kan, kamu lagi sama aku. Masa stuck, sih?” Dia ngotot protes.

“Eeeeey…marah, nih, ceritanya?” Aku berujar seraya meletakkan laptopku di dekat ranselku, kemudian mengulurkan tangan untuk menjawil hidungnya.

“Habisnya…” Si Gantengku itu merajuk, membuat tawaku meledak karenanya.

“Kamu lucu,” kataku, nyengir lebar ke arahnya.

Dia cemberut. “Yang lucu itu ya kamu. Masa aku diduain sama laptop. Udah kayak suami pertama kamu aja itu barang satu.”

“Yeeee…siapa bilang laptopku cowok? Emang kamu udah ngetes?” balasku menggodanya.

“Nggak lucu banget, deh, Mi,” sahutnya jutek.

Aku ngakak lagi. “Udahan, ah, ngambek-ngambeknya. Aku posting di blogku, nih, kalo kamu masih manyun begitu.”

“Hah? Apanya yang mau diposting?” tanyanya berubah cengo.

“Kamu, dengan segala tingkah sok-sok ngambek dan jealous sama laptop itu.” Aku mengerling jahil ke arahnya.

Dia langsung memutar matanya demi mendengar kata-kata isengku. “Aku udah cukup terkenal tanpa harus kamu promosiin lewat blog kamu, kali, Mi.”

“Elaaaah…sombongnya si ganteng satu ini,” cibirku, yang gantian ditanggapi dengan tawa olehnya.

“Sekali-kali boleh, dong,” balasnya tak mau kalah. “Tapi beneran deh, Mi. Jangan autis sama laptop terus dooong. Ntar aku sabotase laptop kamu baru tau rasa, loh,” ancamnya.

Aku tersenyum. “Iya, Ganteng. Nggak akan autis lagi, kok. Janji,” jawabku, kemudian mengulurkan kelingkingku ke arahnya.

Dia balas tersenyum, kemudian menautkan kelingkingnya ke kelingkingku. “Gitu, dong.”

Aku hanya tertawa singkat, diam-diam bersyukur dia tidak tahu bahwa yang sejak tadi ku tulis di laptopku adalah deretan namanya berturut-turut, sesuatu yang selalu aku lakukan jika aku sedang ingin meyakinkan diriku bahwa ada dia di sampingku, dan selama itu aku boleh merasa bahagia sepuasnya 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s